Advertisement

Bolehkah Melakukan Persalinan Normal meski Sebelumnya Caesar?

Bernadheta Dian Saraswati
Rabu, 18 Januari 2023 - 17:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Bolehkah Melakukan Persalinan Normal meski Sebelumnya Caesar? Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SOLO—Sebagian ibu hamil mungkin memimpikan dapat melahirkan bayi secara normal. Namun biasanya karena kondisi tertentu, baik karena posisi calon bayi atau kesehatan ibunya sendiri, persalinan secara caesar harus dilakukan. 

Namun apakah persalinan normal tetap dapat dilakukan jika sebelumnya pernah mengalami persalinan dengan operasi caesar?

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dikutip dari Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, persalinan normal atau Vaginal Birth After Caesarean (VBAC) tetap memungkinkan dilakukan dengan beberapa hal yang harus diperhatikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Obsgyn RS JIH Solo, dr. Bima Suryantara, Sp.OG(K) dalam Health Talk Rumah Sakit (RS) JIH Solo. 

“VBAC atau persalinan normal setelah persalinan caesar, intinya adalah satu upaya untuk persalinan secara normal setelah pada persalinan sebelumnya melewati secara operasi caesar. Ini memang memungkinkan untuk dulakukan, sebab tidak semua persalinan caesar akan diikuti oleh persalinan caesar lagi,” kata dia.

Baca juga: Jimin BTS Segera Luncurkan Album Solo

Pada beberapa kasus, di lapangan ada ibu hamil yang hanya sekali caesar, kemudian pada kehamilan berikutnya dapat menjalani persalinan secara normal. Ada pula yang dua kali caesar kemudian setelahnya normal.

Hanya saja, sambungnya, memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melakukan persalinan normal setelah persalinan caesar itu.

Dr. Bima menjelaskan VBAC memungkinan dilakukan dengan syarat, di antaranya adalah dengan memperhatikan jarak persalinan yang sebelumnya dengan yang akan datang. Jarak persalinan itu tidak boleh terlalu dekat, yakni minimal 18 bulan.

Kemudian juga memperhatikan posisi kepala bayinya, apakah sudah turun ke bawah atau masih di atas atau dikenal dengan istilah sungsang (melintang).

“Kalau sungsang atau melintang memang tidak dimungkinkan dilakukan VBAC. Kemudian termasuk bagaimana nanti kalau terjadi gawat janin, itu juga tidak memungkinkan dilakukan VBAC,” lanjut dia.

Hal-hal lain yang menjadi kontra indikasi atau larangan tidak boleh melakukan VBAC di antaranya adalah pada waktu melakukan operasi caesar yang pertama, juga dilakukan operasi yang lain. Misalnya juga dilakukan operasi pengangkatan miom atau ada kompolikasi lain.

“Kenapa ini tidak dimungkinkan dilakukan VBAC? Bukan caesar-nya yang menghalangi dilakukannya VBAC, namun karena perlukaan oleh karena pengangkatan miomnya tadi,” kata dia.

Selanjutnya ketika pada operasi sebelumnya, irisan yang ada di bagian dalam (bukan di kulit yang tampak luar) terbalik atau seperti huruf T terbalik. Biasanya hal itu mungkin dilakukan kalau ada kesulitan pada caesar yang pertama.

“Itu juga tidak memungkinkan dilakukan VBAC karena bagian rahim akan lebih rentan atau tipis yang bisa mengakibatkan robekan rahim,” jelas dia.

Bukan Kegagalan

Meski banyak wanita hamil ingin melakukan persalinan normal, operasi caesar bukanlah suatu bentuk kegagalan.

Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, M. Charnaen Ibrahim, menilai operasi sesar sebaiknya tidak dianggap sebagai sebuah “kegagalan” di dalam proses persalinan mengingat setiap metode melahirkan bayi memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

“Sesar itu bukanlah suatu kegagalan, tapi itulah penentu akhir di mana perempuan bisa memilih tujuan dalam mempunyai anak, entah lewat bawah [vagina] atau lewat sesar. Yang penting dia membuka dirinya, tujuannya yaitu punya keluarga, bayi sehat, ibu sehat,” kata dokter lulusan Universitas Sriwijaya itu dikutip dari Antara, Kamis (20/10/2022).

Charnaen mengatakan biasanya masyarakat kerap menggunakan istilah persalinan normal yang dibandingkan dengan persalinan sesar. Persalinan normal dianggap lebih baik dibandingkan sesar.

Dia berpendapat bahwa istilah persalinan normal yang umum digunakan seharusnya bukan dikaitkan dengan proses persalinan melalui vagina, melainkan persalinan dengan mempertimbangkan hasil akhir kondisi bayi dan ibu tetap sehat.

“Kalau bagi saya, normal itu adalah bayi sehat dan ibu sehat. Itu dulu yang harus kita pegang. Lahir lewat bawah disebut lahir alamiah dan tidak ada intervensi apapun, jadi lahirnya secara alami,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Setelah di Jogja, Kini Jalan Rusak di Klaten Viral Disebut Taman Seribu Lubang

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Sungai Ini Punya Air Super Jernih, Hingga Perahu yang Melintas Seperti Melayang di Udara

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement