Advertisement

Bahaya Si Kecil Jika Makan Jajanan 'Chiki Ngebul'

Arlina Laras
Jum'at, 06 Januari 2023 - 14:37 WIB
Jumali
Bahaya Si Kecil Jika Makan Jajanan 'Chiki Ngebul' Chiki Ngebul - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Awal tahun, Indonesia telah kembali digegerkan dengan sejumlah temuan 7 kasus anak yang keracunan nitrogen di Tasikmalaya, Jabar. 

Anak tersebut mengeluhkan beberapa gejala setelah mengonsumsi jajanan yang dicampur dengan nitrogen alias ‘chiki ngebul’. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Manfaat Angin Nitrogen bagi Mobil Anda

Biasanya, jajanan ini disajikan dalam cangkir dan dimakan dengan tusuk sate atau alat serupa. Lalu, saat makanan dikunyah, hawa dingin akan terhirup dan ketika konsumen menghembuskan napasnya akan ada timbul kesan menghirup asap. Hal ini sering disebut dengan efek "nafas naga" atau dikenal dengan “dragon’s breath” yang membuat makanan terlihat menyenangkan. 

Meski tampaknya makanan dengan nitrogen sangat populer, di mana suguhan tersebut biasa di jual di mal, food court hingga kios-kios. Namun, kini Kemenkes RI telah mengeluarkan edaran agar Dinkes provinsi, kabupaten/kota dan rumah sakit mewaspadai jika adanya kasus keracunan pangan akibat jajanan chiki ngebul. 

Lantas, sebenarnya apakah makanan ini aman untuk dikonsumsi masyarakat atau tidak dan apa saja potensi yang akan ditimbulkan ketika seseorang mengonsumsi jajanan tersebut? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Apa itu nitrogen cair?

Melansir dari Team Medical Supplies, nitrogen cair persis seperti namanya: nitrogen yang direduksi menjadi bentuk cair, di mana menghasilkan suhu yang sangat dingin, mencapai minus 200 derajat Celcius. Sehingga, nitrogen cair ini umumnya digunakan dalam prosedur medis, seperti kriopreservasi sumsum tulang, embrio awal dan obat-obatan. 

Kebanyakan orang akan mengetahuinya melalui dermatologi, namun, karena fitur supercool dari nitrogen cair sering digunakan untuk membekukan pertumbuhan jinak, pra-kanker dan kanker kulit, diterapkan secara umum melalui tabung semprot atau melalui kapas. 

Nitrogen cair juga kerap digunakan untuk eksperimen sains dalam membuat reaksi kimia untuk menunjukkan kualitas dingin yang ekstrem. 

Meskipun, di industri makanan sendiri nitrogen yang berbentuk cair telah digunakan dalam industri makanan global sejak tahun 1800-an untuk membekukan produk makanan dan mengawetkannya dengan cepat. 

Bahkan, dengan karakteristiknya yang tak berwarna dan tak berbau dan bisa membukan pembekuan menjadi lebih cepat, sehingga cairan ini biasa digunakan untuk membuat es krim.

Namun, kini banyak restoran yang menjadikan hal tersebut inspirasi dalam membuat inovasi dengan memperkenalkan sains ke dalam sajian hidangan yang mereka tawarkan, mulai dari koktail hingga sereal anak-anak. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan semacam asap seperti awan putih yang menambah kesan dramatis yang menarik perhatian banyak orang. 

Mengapa nitrogen cair berbahaya?

Ketika orang mendengar ada bahaya menelan makanan atau minuman tertentu, sebagian besar akan langsung curiga itu beracun, tetapi tidak demikian halnya dengan nitrogen cair. 

Bahayanya terletak pada suhu yang sangat rendah. Rasa dingin tersebut dapat menimbulkan efek terbakar, yang dapat menyebabkan luka serius pada kulit atau organ dalam anak Anda jika dikonsumsi atau ditangani dengan tidak tepat. 

Bahkan menghirup nitrogen cair dapat menyebabkan kesulitan bernapas karena paru-paru kita berjuang melawan sengatan dingin, terutama bagi penderita asma, karena akan terjadi penyempitan saluran napas.

Apakah nitrogen cair aman untuk dikonsumsi manusia terutama anak-anak?

Sesuai dengan anjuran Food and Drug Administration AS, makanan yang disiapkan dengan nitrogen cair tidak baik untuk kesehatan. Menurut FDA, mengonsumsi makanan dengan nitrogen cair dapat menyebabkan cedera serius termasuk kerusakan organ dalam. 

Dalam peringatannya, FDA mengatakan bahwa dengan menghirup uang yang dikeluarkan saat ada nitrogen cair ke dalamnya, bahkan setelah nitrogen menguap, dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, terutama pada penderita asma.

"Nitrogen cair menghancurkan lapisan halus saluran udara paru-paru. Ini sangat berbahaya bagi penderita asma. Kita harus mengajari anak-anak kita bahwa satu-satunya hal yang harus mereka hirup adalah obat yang diresepkan dan udara bersih murni," kata Norman Edelman, M.D., Penasihat Ilmiah Senior Asosiasi Paru-Paru Amerika dilansir dari American Lung Association, Jumat (6/1/2023).

Menurut ahli makanan, nitrogen cair bisa menjadi aman jika menggunakan teknik dengan benar. Saat ini, tidak ada batasan bagi perusahaan perhotelan yang menyajikan nitrogen cair dengan produk mereka. Karena itu, jika Anda ataupun anak Anda memilih untuk mengkonsumsinya, berhati-hatilah dan tunggulah sampai 'efek asap' itu hilang.

Jangan menyentuh area wadah jananan dan gunakan alat untuk mengambil jajanan, biarkan nitrogen menguap dan makan perlahan. Kalau tidak, jadilah bijak dan hindari tren semacam itu. 

Berdasarkan laporan dari Washington Post, dalam makanan ataupun minuman, nitrogen cair harus diuapkan sepenuhnya sebelum dapat dikonsumsi dengan aman. Jika tidak, Anda ataupun anak Anda berisiko membuat mulut, kerongkongan, dan saluran naoas Anda terbakar parah, serta melubangi organ Anda secara fatal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rituxikal, Obat Kanker Asli Buatan Indonesia Kini Resmi Kantongi Izin Edar BPOM

News
| Senin, 30 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Pantai Nglambor, Surganya Biota Laut Gunungkidul

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement