Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3 Hungaria 2026
Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan Moto3 Hungaria 2026 usai tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Balaton Park.
Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan./Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA—Perjalanan mudik jarak jauh dapat menjadi tantangan bagi penderita GERD. Karena itu, persiapan khusus diperlukan agar asam lambung tetap stabil dan perjalanan menuju kampung halaman berlangsung aman serta nyaman.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FK UI RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.P.D.-K.G.E.H., membagikan sejumlah tips mudik penderita GERD supaya kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan.
Ia menyarankan pemudik dengan riwayat GERD memilih waktu keberangkatan pada malam hari atau saat tidak sedang berpuasa. Strategi ini bertujuan menjaga kecukupan energi sekaligus mencegah lambung kosong terlalu lama yang dapat memicu peningkatan asam lambung ketika perjalanan masih berlangsung.
Selain mengatur waktu perjalanan, pemudik juga dianjurkan membawa bekal makanan dari rumah agar kualitas dan kebersihannya lebih terjamin. Menurut Ari, penderita GERD sebaiknya tidak jajan sembarangan di rest area atau di pinggir jalan karena standar higienitasnya belum tentu terjaga dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa pada masa Lebaran, sejumlah rumah sakit di daerah kerap menerima pasien dengan keluhan lambung akibat konsumsi makanan yang kurang higienis selama perjalanan mudik. Oleh karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi bahkan dihindari, seperti gorengan, cokelat, serta keju yang berpotensi memicu kambuhnya gejala GERD.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan stres selama perjalanan. Kondisi kemacetan panjang saat arus mudik kerap menimbulkan tekanan mental yang pada akhirnya berdampak pada kondisi fisik, termasuk memicu gangguan pencernaan.
Untuk mengatasinya, pemudik disarankan membawa gawai beserta perangkat pendukung seperti pengisi daya portabel atau powerbank. Kehadiran hiburan sederhana dari gawai dapat membantu mengalihkan rasa jenuh dan mengurangi stres saat perjalanan tersendat di jalan.
Persiapan perjalanan bagi penderita GERD juga perlu dilengkapi dengan obat-obatan pribadi, terutama obat penetral asam lambung, sebagai langkah antisipasi jika gejala muncul di tengah perjalanan. Hal ini penting karena akses menuju apotek atau fasilitas kesehatan tidak selalu mudah dijangkau ketika arus kendaraan sedang padat di jalur mudik.
Kewaspadaan tersebut semakin penting bagi pemudik yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti berusia di atas 40 tahun, perokok aktif, maupun mereka yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30. Gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), hingga rasa pahit di mulut perlu segera diantisipasi agar tidak mengganggu perjalanan maupun momen silaturahmi bersama keluarga di kampung halaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama start dari posisi kesembilan Moto3 Hungaria 2026 usai tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi di Balaton Park.
Paus Leo XIV menyatakan mendukung Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 setelah Peru gagal lolos. Ia juga mengaku sebagai pendukung Real Madrid.
Progres pembangunan Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman mencapai 85 persen. Kontraktor mengebut pekerjaan finishing dan menargetkan proyek selesai Okt
Ferrari menerapkan NDA dengan denda hingga US$700.000 untuk menjaga kerahasiaan Ferrari Luce. Jurnalis bahkan dilarang membawa ponsel saat peluncuran.
Justin Hubner mengalami cedera paha saat Timnas Indonesia mengalahkan Oman 3-0. Kondisinya masih dipantau jelang laga melawan Mozambik.
Pedro Acosta mengaku kesulitan memahami dominasi Marc Marquez pada Sprint Race MotoGP Hongaria 2026. Menurutnya, Marquez memiliki grip dan ritme balap yang berb