Polres Wonogiri Gagalkan Penyelundupan 172 Liter Ciu dari Jateng ke Jatim
Anggota Polres Wonogiri menyita 115 botol ciu dengan total 172,5 liter pada Jumat (9/12/2022) malam. Minuman keras itu sedianya akan dikirim dari Mojolaban.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Sejumlah produk Unilever yaitu Dove, TRESemme, Nexxus, Suave, dan TIGI ditarik oleh Food and Drug Administration (FDA) dari Amerika Serikat karena memiliki kandungan benzena yang berpotensi jadi penyebab kanker. Berikut penjelasan mengenai kandungan Benzena.
Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi pada Agustus 2022 lalu saat produsen Banana Boat, Edgewell Personal Care Co., mengumumkan penarikan secara sukarela pada produk yang memiliki kandungan benzena, yaitu Banana Boat Hair and Scalp Spray SPF 30. Diketahui, paparan benzena dalam jumlah banyak dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan.
Benzena adalah salah satu jenis bahan kimia yang tidak memiliki warna atau cairan kuning muda saat berada di dalam suhu ruang. Bahan kimia ini memiliki aroma yang manis namun sangat mudah terbakar.
Dikutip dari halodoc.com melalui Solopos.com pada Jumat (28/10/2022), saat terpapar langsung dengan udara, senyawa ini akan mudah menguap. Uap benzena dapat larut dalam air dan mengapung di atas air. Uap ini yang dapat menyebabkan sejumlah gangguan pada kesehatan ketika terpapar secara berulang dalam jumlah yang cukup banyak.
Saat terpapar senyawa ini dalam jumlah yang banyak, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh. Ia bisa menyebabkan sel tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.
Senyawa ini juga bisa menyebabkan sumsum tulang tidak dapat memproduksi jumlah sel darah merah sesuai dengan kebutuhan. Ini membuat kamu rentan mengalami anemia.
Selain itu, paparan senyawa ini juga bisa merusak sistem kekebalan tubuh. Ia akan bekerja dengan mengubah antibodi dalam darah yang menyebabkan hilangnya sel darah putih.
Seseorang yang menghirupnya dalam waktu yang cukup lama dapat mengalami beberapa gejala, seperti:
– Pusing
– Gangguan detak jantung
– Sakit kepala
– Mengantuk
– Tremor
– Kebingungan
– Penurunan kesadaran
– Kematian
Selain itu, kontaminasi dengan benzena bisa terjadi melalui makanan atau minuman yang terpapar uap benzena. Kondisi ini dapat memicu beberapa gejala yang berbeda, seperti:
– Nyeri perut
– Iritasi perut
– Muntah
– Kejang
Lalu, benarkah benzena bisa jadi penyebab penyakit kanker?
Zat kimia ini bisa meningkatkan risiko penyakit kanker, tetapi dengan paparan berulang dan jumlah yang cukup besar.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society mengungkapkan bahwa pengidap kanker darah atau leukimia akibat paparan benzena banyak ditemukan pada orang yang bekerja di dunia industri kimia, pembuatan sepatu, hingga penyulingan minyak.
Jika kamu bekerja di salah satu industri tersebut, jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai untuk menghindari gangguan kesehatan atau cedera yang bisa dialami.
Jaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi berbagai makanan sehat dan hindari paparan dari zat kimia yang dapat membahayakan tubuh. Kamu juga bisa rutin mengonsumsi suplemen yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Anggota Polres Wonogiri menyita 115 botol ciu dengan total 172,5 liter pada Jumat (9/12/2022) malam. Minuman keras itu sedianya akan dikirim dari Mojolaban.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.
DPRD DIY siapkan perda perlindungan karst untuk cegah kerusakan akibat pembangunan. Regulasi ini ditargetkan jadi acuan nasional.
Penelitian terbaru mengungkap stres ayah sebelum pembuahan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan awal anak melalui sinyal biologis.