Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Kabut otak
Harianjogja.com, JAKARTA—Gumpalan atau pembekuan darah di otak bukanlah hal yang jarang terjadi. Pembekuan ini bisa berakibat stroke iskemik atau stroke yang disebabkan oleh penyumbatan arteri ke otak serta membuat sebagian otak kekurangan oksigen dan nutrisi.
Mengutip laman Clevelandclinic stroke yang disebabkan oleh pembekuan darah di otak dapat menimbulkan beberapa gejala. Namun gejala ini berkaitan dengan tempat dimana bagian otak mana yang terkena.
BACA JUGA: 9 Makanan Pedas Bagi Kesehatan, Bikin Panjang Umur
Dilansir dari fortishealthcare, penyebab utama pembekuan darah di otak adalah adanya cedera kepala ataupun trauma. Cedera inilah yang kemudian membentuk gumpalan darah di otak.
Gumpalan ini sebenarnya merupakan obat yang dibuat oleh tubuh untuk menghentikan pendarahan, yang akan memberi tekanan pada jaringan otak di sekitarnya. Pendarahan ini bisa terjadi di otak ataupun tengkorak.
BACA JUGA: Selain Bikin Kulit Cantik dan Sehat, Kenali 5 Manfaat Lain dari Kolagen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.