Bupati Muara Enim Edison Siapkan Rp1,6 M untuk Suap Auditor BPK
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Manfaat makan makanan pedas
Harianjogja.com, JAKARTA—Makanan pedas sering disebut bisa sebabkan penyakit. Namun, hasil studi menyebut makanan pedas juga dapat mengurangi berat badan.
Hasil studi berfokus pada senyawa Capsaicin yang terkandung pada cabai. Kandungan senyawa itulah yang disebut dapat memberikan efek pedas.
Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan pedas cenderung tidak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
Capsaicin sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar lebih banyak energi dan memecah lemak tubuh.
Capsaicin bekerja pada bagian otak yang mengontrol rasa lapar dan kenyang (Hipotalamus), dengan begitulah cara senyawa itu membuat manusia cenderung merasa lebih cepat kenyang saat mengonsumsi makanan pedas.
Selain dapat membakar lebih banyak lemak, senyawa capsaicin dalam cabai juga dapat membantu menghancurkan peradangan tingkat rendah di usus, sejenis peradangan yang dihubungkan dengan obesitas.
Senyawa Capsaicin yang berperan dalam membantu memecah lemak tubuh manusia dapat meningkatkan kesehatan jantung.
BACA JUGA: Daftar Vitamin Paling Ampuh Menghadapi Flu
Beberapa hasil studi mengemukakan bahwa dengan mengonsumsi makanan pedas dapat mengurangi tubuh manusia dari risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2.
Sebuah studi menunjukkan bahwa capsaicin sebenarnya baik untuk mikrobioma pada usus manusia.
Mikrobioma merupakan suatu komunitas bakteri dan mikroba lain yang sangat berperan dalam fungsi kekebalan dan aspek kesehatan lainnya
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2015 didapatkan suatu kesimpulan bahwa manusia yang mengonsumsi makanan pedas enam atau tujuh kali sehari, terutama mengonsumsi cabai segar dan kering itu memiliki tingkat kematian lebih rendah sekitar 14 persen, dibandingkan manusia yang hanya mengonsumsi makanan yang hambar.
Sementara itu, didapati pula bahwa manusia yang mengonsumsi makanan pedas hanya satu kali dalam seminggu dapat mengalami penurunan sekitar 10 persen dalam risiko kematian.
BACA JUGA: Awas! Usia Penderita Sakit Jantung Kini Semakin Muda
Hasil penelitian yang dilakukan University of Texas dengan melibatkan pasien kanker menyebutkan bahwa makanan pedas berperan dalam membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel tumor.
Manfaat lain dari mengonsumsi makanan pedas adalah tubuh Anda dapat lebih mentolerir apabila mendapati adanya suhu panas di dalam tubuh.
Universitas Cincinnati melakukan penelitian manfaat senyawa Capsaicin dengan melibatkan 44 orang yang menderita rinitis non-alergi. Dalam penelitian tersebut, mereka diberi semprotan hidung yang mengandung capsaicin atau plasebo dan didapati hasil bahwa semprotan dengan capsaicin dapat meredakan gejala rinitis lebih cepat.
Disebut sering menyebabkan maag, justru dalam suatu studi disebutkan bahwa capsaicin berperan dalam membantu, mencegah, menyembuhkan dan menghambat produksi asam dan meningkatkan aliran darah pada lambung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.