KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Rasa kantuk dan tubuh lemas setelah makan siang kerap dialami banyak orang, terutama pada rentang waktu pukul 13.00 hingga 15.00. Kondisi ini sering dianggap wajar, namun ternyata bisa diminimalkan dengan perubahan sederhana dalam pola makan dan gaya hidup sehari-hari.
Ahli gizi Kileigh Job mengungkapkan, salah satu kunci menjaga energi tetap stabil sepanjang hari adalah mengonsumsi makanan dengan komposisi seimbang. Kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dinilai mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga energi tidak cepat turun.
“Makanan yang mengandung kombinasi protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung energi yang bertahan lebih lama,” ujarnya, dikutip Sabtu (20/6/2026)
Sebaliknya, kebiasaan melewatkan waktu makan atau mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat olahan justru dapat memicu lonjakan energi secara cepat yang kemudian diikuti penurunan drastis. Hal inilah yang sering menyebabkan rasa kantuk setelah makan siang.
Ahli gizi lainnya, Hannah Coven, menekankan pentingnya sarapan sebagai fondasi energi harian. Menurutnya, sarapan yang mengandung protein, serat, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kestabilan energi hingga siang hari.
Tak hanya soal makanan, aktivitas fisik ringan juga berperan penting. Berjalan kaki singkat setelah makan siang terbukti dapat membantu meningkatkan energi sekaligus mengontrol kadar gula darah.
Senada dengan itu, ahli gizi Laney Miller menjelaskan bahwa aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak, sehingga meningkatkan kewaspadaan.
Para ahli menyarankan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama 10 menit setelah makan siang atau berdiri dan bergerak setiap satu hingga satu setengah jam untuk mengurangi rasa kantuk.
Selain itu, kecukupan cairan tubuh juga menjadi faktor penting yang kerap diabaikan. Dehidrasi ringan dapat memicu kelelahan, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati.
Untuk itu, disarankan agar masyarakat rutin minum air putih sepanjang hari, misalnya dengan menyiapkan botol minum di dekat tempat kerja sebagai pengingat.
Meski kopi sering menjadi pilihan untuk mengusir kantuk, konsumsi kafein berlebihan justru bisa berdampak sebaliknya. Selain mengganggu kualitas tidur di malam hari, hal ini juga berpotensi memperparah kelelahan pada hari berikutnya.
Secara umum, para ahli merekomendasikan tiga langkah utama untuk menjaga energi tetap stabil setelah makan siang, yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin bergerak, dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Cara perpanjang SIM A dan C online lewat SINAR. Simak tahapan, dokumen, tes kesehatan, psikologi hingga pembayaran PNBP.
Menhut Raja Juli Antoni mencabut izin lima perusahaan terkait karhutla di Kalimantan. Total konsesi mencapai 92.464 hektare.
Banjir bandang melanda Arosuka, Solok, Senin malam. SAR Padang mengirim personel dan peralatan untuk penanganan awal serta evakuasi.
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.