Gratis! BLK Pekalongan Buka Layanan Potong Rambut, Ini Jadwalnya
BLK Pekalongan buka layanan potong rambut gratis hingga 6 Juli 2026. Cek jadwal, lokasi, dan syaratnya di sini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Memasuki masa pubertas, remaja kerap menghadapi berbagai perubahan pada kulit, terutama meningkatnya produksi minyak (sebum) yang memicu munculnya jerawat dan komedo. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kulit paling umum yang dialami remaja, baik perempuan maupun laki-laki.
Dokter kulit Dr. Stephanie Ho mengungkapkan bahwa lonjakan hormon saat pubertas membuat kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Produksi sebum berlebih ini dapat menyumbat pori-pori, terlebih jika bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri. Akibatnya, muncul berbagai masalah seperti komedo hitam, komedo putih, hingga jerawat meradang.
“Sekitar 90 hingga 96 persen remaja mengalami jerawat dalam berbagai tingkat keparahan. Pada remaja perempuan, kondisi ini biasanya mulai muncul di usia 11 hingga 13 tahun, sedangkan pada laki-laki cenderung lebih lambat, sekitar usia 13 hingga 14 tahun,” jelasnya dikutip Antara, Sabtu (13/6/2026)
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr. Ho menyarankan rutinitas perawatan kulit yang sederhana namun konsisten. Tiga langkah dasar yang wajib dilakukan adalah menggunakan pembersih wajah yang lembut, pelembap ringan, serta tabir surya dengan SPF minimal 50, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, ada beberapa bahan aktif yang terbukti efektif membantu mengatasi jerawat pada remaja. Niasinamida, misalnya, dikenal mampu mengontrol produksi minyak sekaligus meredakan peradangan. Sementara itu, asam azelaik berfungsi membersihkan pori-pori, melawan bakteri, dan membantu memudarkan bekas jerawat.
Bahan lain seperti benzoil peroksida juga sering digunakan karena kemampuannya membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan, meski penggunaannya perlu hati-hati pada kulit sensitif. Adapun asam salisilat efektif mengangkat sel kulit mati serta membantu melarutkan minyak berlebih di dalam pori-pori.
Meski banyak produk tersedia bebas di pasaran, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk menghindari iritasi. Jika kondisi jerawat tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang disarankan.
Dr. Ho juga mengingatkan bahwa membersihkan wajah secara berlebihan justru dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Idealnya, wajah cukup dicuci dua kali sehari, lalu dilanjutkan dengan penggunaan pelembap.
Selain itu, penggunaan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan retinoid secara berlebihan perlu dihindari karena berisiko menyebabkan iritasi. Kebiasaan buruk seperti sering menyentuh wajah atau memencet jerawat juga dapat memperparah kondisi kulit karena memicu infeksi dan peradangan lebih lanjut.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, masalah jerawat pada remaja dapat dikendalikan sehingga kulit tetap sehat selama masa pubertas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BLK Pekalongan buka layanan potong rambut gratis hingga 6 Juli 2026. Cek jadwal, lokasi, dan syaratnya di sini.
Kemenhaj RI akan mencabut izin KBIH yang terlibat penipuan haji. Simak penjelasan lengkap dan kasus yang terjadi di sini.
Sebanyak 1.842 peserta mengikuti SMUT Untidar 2026. Simak jadwal ujian, prodi favorit, dan peluang lolos seleksi mandiri.
DPRD Bantul ingatkan pengelolaan retribusi Parangtritis oleh kalurahan harus optimal agar tidak menurunkan PAD sektor pariwisata.
Kendalikan gula darah sejak malam hari dengan kebiasaan sederhana seperti jalan kaki, pola makan tepat, dan tidur cukup. Simak tips lengkapnya.
Harga Pertamax melonjak hingga Rp16.250 per liter. Ekonom Unesa ungkap alasan utama kenaikan dan dampaknya bagi keuangan Pertamina.