Benarkah Masturbasi Bikin Mandul? Ini Fakta Ilmiahnya

Jumali
Jumali Minggu, 07 Juni 2026 08:27 WIB
Benarkah Masturbasi Bikin Mandul? Ini Fakta Ilmiahnya

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Masturbasi masih kerap dikaitkan dengan berbagai mitos mengenai kesehatan reproduksi pria, termasuk anggapan bahwa aktivitas tersebut dapat menyebabkan kemandulan atau menurunkan kesuburan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masturbasi pada umumnya tidak menyebabkan pria menjadi mandul.

Kesuburan pria lebih dipengaruhi oleh kualitas sperma, kesehatan organ reproduksi, gaya hidup, serta kondisi medis tertentu dibandingkan frekuensi masturbasi semata.

Fakta Ilmiah soal Masturbasi dan Kesuburan

Mengacu pada informasi yang dipublikasikan Vinmec, masturbasi tidak terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan pria untuk memiliki keturunan. Pria yang mengalami ejakulasi secara teratur, baik melalui hubungan seksual maupun masturbasi, tetap dapat memiliki kualitas sperma yang normal.

Sejumlah penelitian memang menemukan bahwa kualitas sperma dapat sedikit lebih optimal setelah pria tidak berejakulasi selama dua hingga tiga hari. Namun, penelitian lain menunjukkan ejakulasi harian pada pria sehat tidak menyebabkan penurunan kualitas sperma yang bermakna.

Dengan demikian, masturbasi bukan penyebab utama kemandulan pria.

Masturbasi Termasuk Perilaku Seksual yang Umum

Masturbasi merupakan perilaku seksual yang umum dilakukan dan dapat membantu seseorang mengenali respons seksual tubuhnya sendiri. Aktivitas ini juga dapat memberikan efek relaksasi serta membantu meredakan ketegangan setelah mencapai orgasme.

Para ahli menjelaskan bahwa masturbasi memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Meski demikian, hubungan seksual dengan pasangan juga diketahui memiliki manfaat tambahan, seperti membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung kesehatan prostat, mengurangi stres, serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional.

Apakah Masturbasi Memiliki Risiko?

Dibandingkan hubungan seksual, masturbasi memiliki risiko yang relatif rendah karena tidak menyebabkan kehamilan dan tidak menularkan infeksi menular seksual.

Meski begitu, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan atau dengan cara yang tidak aman tetap berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah iritasi kulit pada penis, luka akibat gesekan berlebihan, nyeri pada area genital, hingga cedera penis dalam kasus yang sangat jarang terjadi.

Karena itu, aktivitas ini dianjurkan dilakukan secara wajar dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berapa Kali Masturbasi yang Dianggap Normal?

Tidak ada angka pasti mengenai frekuensi masturbasi yang dianggap normal karena kondisi setiap individu berbeda. Yang menjadi perhatian utama bukanlah jumlahnya, melainkan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Apabila masturbasi tidak mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun hubungan dengan pasangan, umumnya aktivitas tersebut tidak menjadi masalah. Sebaliknya, jika mulai menyebabkan ketergantungan, mengganggu rutinitas, atau memicu masalah dalam hubungan, konsultasi dengan tenaga profesional dapat dipertimbangkan.

Apakah Masturbasi Menandakan Hubungan Bermasalah?

Anggapan bahwa masturbasi merupakan tanda ketidakpuasan terhadap pasangan tidak selalu benar. Banyak pria tetap melakukan masturbasi meskipun sedang menjalani hubungan yang sehat dan harmonis.

Aktivitas tersebut sering dilakukan sebagai sarana relaksasi, pelepas stres, maupun bagian dari eksplorasi seksual pribadi. Karena itu, masturbasi tidak dapat dijadikan indikator tunggal adanya masalah dalam hubungan.

Berapa Lama Tubuh Memproduksi Sperma Baru?

Tubuh pria memproduksi sperma setiap hari. Namun, proses lengkap pembentukan dan pematangan sperma atau spermatogenesis membutuhkan waktu sekitar 64 hari.

Selama proses tersebut, testis menghasilkan jutaan sperma baru setiap hari. Sperma yang telah matang kemudian disimpan di epididimis sebelum dikeluarkan saat ejakulasi.

Karena produksi sperma berlangsung terus-menerus, tubuh akan terus mengganti sperma yang telah dikeluarkan. Inilah alasan mengapa masturbasi tidak membuat persediaan sperma habis maupun menyebabkan kemandulan.

Berdasarkan berbagai penelitian, masturbasi merupakan aktivitas seksual yang normal dan tidak terbukti menyebabkan kemandulan pada pria. Mitos yang menyebut masturbasi dapat membuat seseorang mandul tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Yang terpenting adalah menjaga aktivitas tersebut tetap dalam batas wajar, menerapkan gaya hidup sehat, serta menjaga kesehatan reproduksi secara menyeluruh. Jika memiliki kekhawatiran mengenai kesuburan, konsultasi dengan dokter menjadi langkah yang lebih tepat dibanding mempercayai mitos yang belum terbukti kebenarannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online