Dua Laga Penentu Digelar Hari Ini, Indonesia Mulai Hitung Lawan
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.
Monosodium Glutamate (MSG) atau micin. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Monosodium glutamat (MSG) atau micin telah lama menjadi bahan penyedap yang umum digunakan untuk memperkuat cita rasa makanan. Meski dinyatakan aman oleh otoritas kesehatan apabila digunakan sesuai batas wajar, konsumsi MSG dalam jumlah berlebihan dapat memicu sejumlah keluhan pada sebagian orang yang sensitif terhadap zat tersebut. Mulai dari sakit kepala hingga jantung berdebar menjadi gejala yang kerap dikaitkan dengan konsumsi MSG berlebih.
MSG merupakan bahan tambahan pangan yang berfungsi memperkuat rasa gurih atau umami pada makanan. Zat ini banyak ditemukan pada makanan olahan, camilan kemasan, makanan cepat saji, hingga sejumlah hidangan restoran.
Meski berbagai penelitian menunjukkan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah wajar, sebagian orang dapat mengalami reaksi tertentu setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan MSG tinggi. Berikut sejumlah gejala yang kerap dilaporkan, sebagaimana dilansir dari Halodoc:
1. Sakit Kepala
Beberapa individu melaporkan mengalami sakit kepala atau pusing setelah mengonsumsi makanan tinggi MSG. Keluhan biasanya muncul dalam waktu singkat setelah makan dan bersifat sementara.
2. Mual
Asupan MSG berlebihan dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung yang disertai mual, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas tertentu.
3. Rasa Haus Berlebihan
Kandungan natrium dalam MSG dapat meningkatkan rasa haus, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi garam.
4. Jantung Berdebar
Sebagian orang melaporkan sensasi jantung berdebar setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar, meski hubungan sebab-akibatnya masih menjadi perdebatan dalam penelitian medis.
5. Wajah Terasa Panas atau Kemerahan
Gejala yang dikenal sebagai flushing dapat berupa sensasi hangat atau kemerahan pada wajah dan leher setelah mengonsumsi makanan tertentu yang mengandung MSG tinggi.
6. Keringat Berlebih
Pada beberapa kasus, tubuh dapat bereaksi dengan mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya.
7. Gangguan Pencernaan
Keluhan seperti perut kembung, rasa tidak nyaman pada perut, atau diare dapat terjadi pada individu yang sensitif.
8. Tekanan Darah Meningkat
Karena mengandung natrium, konsumsi berlebihan makanan yang kaya MSG dan garam berpotensi memengaruhi tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi.
9. Lemas atau Mudah Lelah
Sebagian orang mengaku merasa lemas atau kurang bertenaga setelah mengonsumsi makanan tinggi MSG.
10. Kesemutan
Sensasi kesemutan pada area mulut, lidah, atau jari-jari terkadang dilaporkan sebagai salah satu reaksi setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar.
11. Gangguan Tidur
Konsumsi makanan berat yang tinggi MSG pada malam hari dapat membuat sebagian orang merasa kurang nyaman saat tidur.
12. Pola Makan Kurang Seimbang
Risiko terbesar sebenarnya bukan pada MSG itu sendiri, melainkan kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses yang umumnya tinggi MSG, garam, gula, dan lemak, tetapi rendah serat serta vitamin.
Apakah MSG Berbahaya?
Hingga saat ini, berbagai lembaga kesehatan dunia, termasuk U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menyatakan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman digunakan sesuai ketentuan.
Banyak penelitian modern juga tidak menemukan bukti kuat bahwa MSG menyebabkan masalah kesehatan serius pada mayoritas populasi. Namun, sebagian kecil orang dapat mengalami gejala sementara setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah tinggi.
Tips Mengonsumsi MSG Secara Bijak
Agar tetap dapat menikmati makanan dengan aman, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:
MSG bukanlah zat berbahaya yang harus dihindari sepenuhnya. Namun, seperti halnya gula, garam, dan lemak, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Pola makan seimbang, konsumsi makanan segar, serta gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua laga SEA V Cup 2026 digelar hari ini. Hasil Thailand vs Vietnam dan Filipina vs Kamboja dapat memengaruhi lawan Indonesia di semifinal.
Sebanyak 25.000 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus-September 2026 dengan dukungan penuh seluruh kementerian dan lembaga.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang