PBB: El Nino Berpotensi Picu 49 Juta Orang Alami Kelaparan
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Google menampilkan Doodle bertema dangdung pada mesin pencari Search untuk merayakan Hari Musik Sedunia, Minggu (21/6/2026). (ANTARA/HO-Google)
Harianjogja.com, JAKARTA—Google Indonesia merayakan Hari Musik Dunia pada 21 Juni 2026 dengan menampilkan Google Doodle spesial bertema musik dangdut di halaman utama mesin pencari. Tampilan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap salah satu genre musik paling populer di Indonesia yang terus berkembang di era digital.
Doodle tersebut dirancang oleh seniman visual Ardhira Putra yang dikenal melalui karya-karyanya di level internasional. Ia menghadirkan visual panggung dangdut yang dinamis, penuh warna, dan menggambarkan semangat kebersamaan khas pertunjukan musik rakyat Indonesia.
“Doodle ini saya buat untuk menginspirasi masyarakat agar terus bangga pada identitas musik kita. Dangdut adalah simbol inklusivitas,” ujar Ardhira dalam keterangan resmi Google Indonesia di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, dangdut merepresentasikan ruang ekspresi lintas latar belakang yang menyatukan banyak orang dalam satu panggung kebahagiaan.
Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, menyampaikan bahwa tren pencarian musik dangdut di platform Google menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun ini. Data menunjukkan sejumlah kata kunci mengalami lonjakan tinggi.
Pencarian “Popdut” naik sekitar 30 persen, sementara “Disco Dangdut” meningkat 20 persen. Sementara itu, kata kunci seperti “Dangdut Cafe” melonjak hingga 90 persen, dan “Konser Dangdut” naik sekitar 30 persen. Bahkan, pencarian terkait artis dan lirik lagu tertentu meningkat lebih dari 100 persen.
Google juga menghadirkan fitur interaktif berbasis teknologi AI dalam Doodle tersebut. Pengguna dapat memanfaatkan fitur Hum to Search untuk mencari lagu hanya dengan menyenandungkan nada, serta akses lirik lengkap dengan terjemahan.
Selain itu, tersedia Knowledge Panels untuk profil musisi hingga fitur Key Moments pada video agar pengguna lebih mudah menemukan bagian penting dari konser atau konten musik.
Penyanyi dangdut Inul Daratista turut memberikan pandangannya terkait perkembangan industri musik dangdut. Ia menilai era digital membuka peluang lebih besar bagi musisi baru untuk berkembang tanpa batasan seperti masa sebelumnya.
“Sekarang semua bisa dieksplorasi lewat media sosial,” ujar Inul.
Ia juga menyebut bahwa kolaborasi lintas genre semakin sering terjadi, di mana lagu-lagu dangdut kini banyak diaransemen ulang oleh musisi dari berbagai latar belakang. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa dangdut terus beradaptasi dan berkembang mengikuti zaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Warga Prawirodirjan mengeluhkan bau menyengat dari PT Sinar Obor. DPRD Kota Jogja mengancam merekomendasikan penutupan jika tak ada perbaikan.
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
DFSK E5 Plus hadir di GIIAS 2026 sebagai SUV PHEV premium dengan jarak tempuh hingga 1.400 km dan telah mengantongi lebih dari 1.100 SPK.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p