DPR Desak Polri Usut Dugaan Uang Rp20 Juta ke Mahasiswa Saat Demo
DPR minta Polri usut dugaan uang Rp20 juta ke mahasiswa UBK saat aksi demo secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat berada di tempat umum, banyak orang khawatir menggunakan toilet umum. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa mereka akan tertular oleh penyakit. Terutama penyakit infeksi menular seksual saat duduk di toilet umum.
Tapi, benarkan anggapan itu? Jawaban sederhananya tidak mungkin.
Tapi, juga bukan berarti bebas memilih toilet yang kotor dan tidak higienis. Dalam akun instagramnya, Dr Tanaya Narendra menjelaskan terkait masalah tersebut.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Ini pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung
Dalam postingan terbarunya, dia berbicara tentang kemungkinan terkena IMS menggunakan dudukan toilet. Dia mengklarifikasi bahwa untungnya, hal itu tidak akan terjadi.
Jika pasangan memberi tahu bahwa mereka terkena klamidia dari dudukan toilet, maka mereka jelas itu informasi yang salah atau hoaks.
Infeksi menular seksual adalah infeksi yang Anda dapatkan dari kontak seksual, baik melalui cara oral atau sebaliknya. Mereka disebabkan oleh suatu organisme kecil, seperti bakteri, virus, dan bahkan parasit.
Baca juga: Apa Perbedaan Varian Delta Plus dengan Varian Delta? Ini Penjelasan Kemenkes
Serangga ini, untuk berkembang biak dan hidup, membutuhkan suhu hangat. Artinya, mereka tidak bertahan hidup di luar tubuh manusia, termasuk dudukan toilet. Parasit, seperti kutu kemaluan, khususnya, tidak dapat bertahan hidup di permukaan dudukan toilet yang halus dan berkilau.
Haruskah seseorang berjongkok di toilet umum?
Tidak, meski harus berhati-hati jika toilet kelihatan sangat tidak higienis, karena infeksi lain dapat terjadi karena dudukan toilet. Kemungkinan terkena IMS adalah nihil.
Praktik terbaik tertentu yang disarankan oleh Dr Tanaya Cuci tangan secara teratur untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi, dan juga mencegah penularan lebih lanjut. Berikut ini saran lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
DPR minta Polri usut dugaan uang Rp20 juta ke mahasiswa UBK saat aksi demo secara transparan demi menjaga kepercayaan publik.
Disdukcapil Gunungkidul menggelar layanan one day service di Karangwuni. Sebanyak 97 warga telah mengaktivasi IKD hingga Kamis pagi.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Berawal dari modal Rp4,3 juta, Djoen Leather di Bantul sukses menembus pasar dunia. Simak kisah UMKM binaan BNI yang berkembang hingga pasar ekspor.
Program GEMAR BKKBN di MAN 1 Yogyakarta mengajak ayah lebih aktif mendampingi pendidikan anak untuk mencegah fenomena fatherless.
Mata berair tapi terasa kering bisa jadi tanda gangguan serius, ini penyebab dan solusinya.