NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Baju baru/ilustrasi/Dailymail
Harianjogja.com, JAKARTA - Lebaran identik dengan baju baru. Banyak warga berbelanja baju baru bahkan ada yang lebih dari satu. Sebagian orang tidak sabar untuk langsung menggunakan baju yang baru dibeli tanpa mencucinya terlebih dahulu. Faktor kebiasaan, antusias dan tidak sabar menjadi alasan untuk segera memakai baju barunya.
Padahal, berbagai penelitian menunjukkan kebiasaan tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan kulit, dan dapat menimbulkan risiko terkena kanker.
Dilansir dari Daily Mail, pakar tekstil Lana Hogue menjelaskan jika baju yang baru dibeli dari butik atau toko dan dipakai tanpa dicuci terlebih dahulu akan meningkatkan risiko terkena kuman dan bakteri dari pengunjung toko yang sebelumnya mencoba baju tersebut. Belum lagi bahan-bahan kimia yang digunakan dalam industri tekstil yang mungkin berbahaya jika bersentuhan dengan kulit manusia.
“Sebagian besar zat kimia yang digunakan dalam pewarnaan kain dan benang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Itu sebabnya diharuskan untuk mencuci baju baru sebelum memakainya. Terutama pakaian yang langsung menempel pada kulit atau dipakai saat berkeringat. Sebagian besar zat kimia yang digunakan dalam pewarnaan kain dan benang tidak ramah untuk kulit" ungkap Lana.
Bukan hanya zat kimia saat proses produksi pakaian, partikel berbahaya ketika pendistribusian juga mengancam kesehatan kulit. Artinya, potensi menimbulkan reaksi alergi dan iritasi mungkin besar.
Sementara itu, Donald Belsito, seorang profesor dermatologi di Columbia University Medical Center, New York juga mengatakan kandungan azo-anilin atau resin formaldehida pada baju baru dapat menyebabkan ruam dan gatal-gatal.
Formaldehida adalah zat berwujud gas tidak berwarna yang diaplikasikan pada produk pakaian untuk menghindari pakaian jadi berkerut atau kusut. Zat tersebut juga berfungsi mengurangi pembentukan jamur pada kain yang sudah ditumpuk atau disimpan dalam waktu lama.
Terlepas dari manfaatnya, formaldehida tidak hanya berpotensi memicu iritasi dan reaksi alergi. Sejumlah ilmuwan bahkan mempercayai jika bahan kimia tersebut dapat meningkatkan rIsiko kanker.
Donald berpendapat jika kamar ganti dan gudang penyimpanan yang ada di toko merupakan tempat berkembang biaknya bakteri, kutu, dan jamur.
"Saya telah melihat kasus kutu yang mungkin ditularkan saat mencoba baju di dalam toko, serta ada penyakit menular tertentu yang dapat ditularkan melalui pakaian," tambah Donald.
Kebiasaan langsung menggunakan baju baru sebelum mencucinya terlebih dahulu harus segera mungkin dihilangkan. Karena kesehatan adalah hal yang terpenting dan tak ternilai. Profesor Donald merekomendasikan pencucian dua kali sebelum baju baru dipakai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Hakim membeberkan pertimbangan soal penetapan tersangka, penggeledahan, hingga TPPU.
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mariano Navone. Kondisi fisik membuatnya gagal mempertahankan keunggulan.
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.