Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA-- Operasi Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD) merupakan teknologi paling mutakhir untuk penanganan Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit.
Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Meilia Cibubur dr Mahdian Nur Nasution SpBS menjelaskan operasi PECD di area leher meminimalkan luka, hanya meninggalkan luka seperti bekas tertusuk jarum.
Dokter Mahdian di Jakarta, Selasa (19/2/2019), menjelaskan PECD merupakan teknologi paling mutakhir dalam penanganan kasus HNP dan memiliki banyak kelebihan.
Di antara kelebihannya, menurut dia, tindakan PECD hanya membutuhkan sayatan empat milimeter guna memasukkan alat yang sudah dilengkapi dengan kamera untuk memandu dokter dalam melakukan operasi.
"Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepat, kerusakan jaringan lebih minimal," kata Mahdian.
Dia menjelaskan tindakan bedah yang dilakukan pada bagian leher memiliki risiko tinggi lantaran bagian tubuh tersebut memiliki banyak saraf penting.
Operasi konvensional untuk kasus saraf terjepit yang disebut Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) membutuhkan dokter yang sangat berpengalaman dan memiliki keahlian tinggi.
Teknik ACDF membutuhkan sayatan empat sampai tujuh centimeter dan lebih banyak persiapan dibandingkan dengan teknik PECD.
"Karena pakai gunting, pisau, bor, bisa berbahaya. Kalau ada pembuluh darah karotis yang terkena bisa muncar darah karena tekanan tinggi. Ada saluran napas, ada laring, tiroid, osefagus, banyak struktur organ penting di leher, yang berbahaya sekali kalau operasi dengan terbuka," kata dia.
HNP atau saraf terjepit adalah kondisi dimana isi bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf.
Bantalan tulang atau diskus di tulang belakang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian luar yang keras dan bagian dalam bantalan sendi, yang seperti jelly dan bisa mengalami kebocoran.
Diskus berperan sebagai penyerap kejutan. Bersama dengan dua sendi kecil di belakang leher, diskus akan membantu manusia menggerakkan leher.
HNP bisa terjadi di seluruh bagian tulang belakang mulai dari punggung bawah hingga tulang leher. Kalau terjadi di tujuh ruas tulang leher, penanganan HNP menjadi lebih menantang karena posisi antar-ruas tulang belakang lebih rapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.