Regulator Gas Elpiji Mendesis? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaiki

Sunartono
Sunartono Rabu, 15 Juli 2026 18:27 WIB
Regulator Gas Elpiji Mendesis? Kenali Penyebab dan Cara Memperbaiki

Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Bunyi mendesis pada regulator gas LPG sering membuat pengguna khawatir karena dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada sambungan tabung dan regulator. Jika suara tersebut tetap muncul meski karet seal tabung sudah diganti dengan yang baru, kemungkinan sumber masalah bukan lagi pada seal, melainkan regulator atau kondisi tabung gas.

Sebelum menggunakan tabung kembali, pastikan penyebab bunyi mendesis diketahui terlebih dahulu. Penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko kebocoran gas sekaligus menjaga keamanan saat menggunakan LPG di rumah.

1. Pastikan Karet Seal Sudah Terpasang dengan Benar

Langkah pertama adalah memeriksa kondisi karet seal pada mulut tabung. Pastikan seal masih utuh, tidak sobek, tidak mengeras, dan terpasang pada posisi yang benar.

Meski menggunakan seal baru, bunyi mendesis tetap dapat muncul apabila pemasangan regulator kurang presisi sehingga sambungan tidak menutup rapat.

2. Periksa Kondisi Regulator

Jika suara mendesis tidak hilang setelah mengganti seal, regulator patut dicurigai sebagai penyebabnya.

Seiring pemakaian, mekanisme pengunci regulator dapat mengalami keausan sehingga tekanan pada seal menjadi berkurang. Selain itu, komponen di dalam regulator juga dapat mengalami kerusakan akibat usia pemakaian.

3. Pastikan Regulator Terkunci Sempurna

Saat memasang regulator, tekan hingga posisinya benar-benar pas di mulut tabung, kemudian pastikan tuas pengunci sudah terkunci sempurna.

Regulator yang tidak terpasang lurus atau belum mengunci sepenuhnya dapat menimbulkan celah kecil yang memicu keluarnya gas dan menghasilkan bunyi mendesis.

4. Lakukan Pemeriksaan Kebocoran dengan Air Sabun

Cara paling aman untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran adalah menggunakan larutan air sabun.

Oleskan air sabun pada sambungan regulator dan tabung gas. Apabila muncul gelembung yang terus-menerus, berarti terdapat kebocoran sehingga tabung tidak boleh digunakan sebelum masalah diperbaiki.

Hindari memeriksa kebocoran menggunakan api atau benda yang dapat memicu percikan.

5. Segera Ganti Regulator Jika Rusak

Apabila regulator terus mendesis meski seal dalam kondisi baik dan pemasangan sudah benar, kemungkinan regulator mengalami kerusakan pada komponen internal.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan regulator sebaiknya dihentikan dan diganti dengan regulator baru yang telah memenuhi standar SNI. Menggunakan regulator yang rusak berpotensi meningkatkan risiko kebocoran gas.

6. Jangan Abaikan Bau Gas Menyengat

Selain bunyi mendesis, bau gas yang menyengat merupakan tanda yang perlu segera diwaspadai.

Jika hal itu terjadi, segera matikan kompor, lepaskan regulator apabila aman dilakukan, buka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar, serta jauhkan sumber api maupun percikan listrik dari lokasi.

Mengutamakan prosedur keselamatan jauh lebih penting dibanding mencoba memodifikasi regulator atau sambungan tabung. Apabila kebocoran tidak dapat diatasi, gunakan regulator pengganti yang berstandar SNI atau minta bantuan teknisi maupun agen LPG resmi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online