Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 12 Oktober 2026 di Alkid, Ini Jadwalnya
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Ilustrasi LPG 3 Kg - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Bunyi mendesis pada regulator gas LPG sering membuat pengguna khawatir karena dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada sambungan tabung dan regulator. Jika suara tersebut tetap muncul meski karet seal tabung sudah diganti dengan yang baru, kemungkinan sumber masalah bukan lagi pada seal, melainkan regulator atau kondisi tabung gas.
Sebelum menggunakan tabung kembali, pastikan penyebab bunyi mendesis diketahui terlebih dahulu. Penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko kebocoran gas sekaligus menjaga keamanan saat menggunakan LPG di rumah.
1. Pastikan Karet Seal Sudah Terpasang dengan Benar
Langkah pertama adalah memeriksa kondisi karet seal pada mulut tabung. Pastikan seal masih utuh, tidak sobek, tidak mengeras, dan terpasang pada posisi yang benar.
Meski menggunakan seal baru, bunyi mendesis tetap dapat muncul apabila pemasangan regulator kurang presisi sehingga sambungan tidak menutup rapat.
2. Periksa Kondisi Regulator
Jika suara mendesis tidak hilang setelah mengganti seal, regulator patut dicurigai sebagai penyebabnya.
Seiring pemakaian, mekanisme pengunci regulator dapat mengalami keausan sehingga tekanan pada seal menjadi berkurang. Selain itu, komponen di dalam regulator juga dapat mengalami kerusakan akibat usia pemakaian.
3. Pastikan Regulator Terkunci Sempurna
Saat memasang regulator, tekan hingga posisinya benar-benar pas di mulut tabung, kemudian pastikan tuas pengunci sudah terkunci sempurna.
Regulator yang tidak terpasang lurus atau belum mengunci sepenuhnya dapat menimbulkan celah kecil yang memicu keluarnya gas dan menghasilkan bunyi mendesis.
4. Lakukan Pemeriksaan Kebocoran dengan Air Sabun
Cara paling aman untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran adalah menggunakan larutan air sabun.
Oleskan air sabun pada sambungan regulator dan tabung gas. Apabila muncul gelembung yang terus-menerus, berarti terdapat kebocoran sehingga tabung tidak boleh digunakan sebelum masalah diperbaiki.
Hindari memeriksa kebocoran menggunakan api atau benda yang dapat memicu percikan.
5. Segera Ganti Regulator Jika Rusak
Apabila regulator terus mendesis meski seal dalam kondisi baik dan pemasangan sudah benar, kemungkinan regulator mengalami kerusakan pada komponen internal.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan regulator sebaiknya dihentikan dan diganti dengan regulator baru yang telah memenuhi standar SNI. Menggunakan regulator yang rusak berpotensi meningkatkan risiko kebocoran gas.
6. Jangan Abaikan Bau Gas Menyengat
Selain bunyi mendesis, bau gas yang menyengat merupakan tanda yang perlu segera diwaspadai.
Jika hal itu terjadi, segera matikan kompor, lepaskan regulator apabila aman dilakukan, buka pintu dan jendela agar sirkulasi udara lancar, serta jauhkan sumber api maupun percikan listrik dari lokasi.
Mengutamakan prosedur keselamatan jauh lebih penting dibanding mencoba memodifikasi regulator atau sambungan tabung. Apabila kebocoran tidak dapat diatasi, gunakan regulator pengganti yang berstandar SNI atau minta bantuan teknisi maupun agen LPG resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Film Whalefall tayang di CGV Indonesia mulai 14 Oktober 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan pengalaman menonton di studio 4D.
Warga Bantul kini bisa mengurus KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen kependudukan lainnya secara daring melalui Dukcapil Smart New Generation secara gratis.
Kepala BRAN Dedi Prasetyo menegaskan kolaborasi dengan ATR/BPN untuk menyelesaikan konflik agraria dan menata data pertanahan nasional.
Epson Indonesia menghadirkan promo anniversary projector EB Series dengan reward e-wallet hingga Rp150.000 dan cashback hingga Rp300.000 untuk be
BMKG memprakirakan cuaca sebagian besar Indonesia cerah pada Rabu, 14 Oktober 2026. Suhu tertinggi di Jogja dan Sleman mencapai 36 derajat Celsius.