Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Ilustrasi masalah kesuburan pria/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Dilansir Popular-world.com, lelaki memiliki ciri fisik yang bisa memperlihatkan adanya masalah kesuburan yang dialami. Apa saja?
1. Fungsi seksual menurun
Fungsi seksual menurun pada lelaki bisa diketahui dengan sulit mendapatkan dan mempertahakan ereksi. Hal ini dikarenakan adanya masalah pada hormon testosteron.
2. Volume mani rendah
Rendahnya volume mani bisa menjadi indikator jumlah sel sperma yang terkandung. Semakin rendah volume mani, semakin sedikit jumlah sperma yang ada, semakin tinggi pula risiko adanya masalah kesuburan.
3. Rambut rontok
Pada lelaki, rambut rontok tidak melulu disebabkan oleh ketombe. Rendahnya hormon testosteron juga bisa menyebabkan rambut lelaki rontok.
4. Nyeri saat ejakulasi
Nyeri yang terjadi saat ejakulasi menandakan adanya gangguan pada prostat dan organ lain di area penis.
5. Testis mengecil
Testis yang mengecil dan mengerut bisa menandakan adanya masalah kesuburan seperti varikokel. Jika mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter ya.
Itulah lima ciri fisik lelaki yang mengalami masalah kesuburan. Sudahkah kamu mengecek diri sendiri?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.