Menkeu: APBN 2025 Efisien, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
Penjual melayani pembeli rokok di Jakarta, Rabu (19/9/2018)./ANTARA-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Pola hidup mempengaruhi kesehatan. Hal ini terbukti pada hasil penelitian yang dilakukan di Tiongkok. Penelitian terbaru di Tiongkok membuktikan bahwa orang yang menderita kanker di negara tersebut dikarenakan konsumsi rokok pada laki-laki dan kurangnya asupan buah pada perempuan.
Hasil penelitian yang dikutip dari jurnal internasional The Lancet di Jakarta, Jumat (8/2/2019), menunjukkan bahwa hampir separuh dari kematian akibat kanker di Tiongkok dikarenakan 23 faktor risiko yang utamanya disebabkan konsumsi rokok aktif bagi laki-laki dan kurang asupan buah pada perempuan.
“Sekitar 1.036.004 kematian akibat kanker (45,2 persen dari total kematian kanker) di Tiongkok tahun 2014 pada orang dengan usia di atas 20 tahun diatribusikan pada 23 faktor risiko. Kelompok populasi yang diatribusikan lebih banyak pada laki-laki (51,2 persen) dibanding perempuan (34,9 persen), dengan faktor risiko paling utama sebagai perokok aktif bagi laki-laki dan kurangnya asupan buah pada perempuan,” tulis hasil penelitian tersebut.
Penelitian yang baru dirilis pada 5 Februari 2019 tersebut menggunakan data penyakit kanker dewasa pada 2014 di 978 tingkat kabupaten pada 31 provinsi seluruh Tiongkok.
Kematian akibat kanker yang mendekati 2,21 juta orang pada 2017 di Tiongkok, atau berkontribusi 24,85 persen total kematian di Tiongkok, tersebut juga disebabkan oleh faktor risiko lain yakni terinfeksi virus hepatitis B, kelebihan berat badan, dan infeksi virus HPV.
Dalam penelitian tersebut juga diterangkan bahwa terkena paparan partikulat PM2,5 (partikel udara yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer), serta konsumsi alkohol turut memengaruhi terjangkit penyakit kanker.
Secara garis besar nasional jika diurutkan berdasar usia, faktor risiko kematian akibat kanker memuncak di rentang usia 35-54 tahun.
Dengan faktor risiko paling memengaruhi ialah pola hidup tidak sehat seperti merokok, infeksi virus, pola makan yang bisa berakibat pada kegemukan dan diabetes, serta faktor lingkungan seperti paparan polusi.
Jumlah populasi kematian akibat kanker yang berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah di Tiongkok hampir menyerupai negara Jepang dengan 46,2 persen dan Amerika 45,1 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
ORI DIY menyoroti penanganan dugaan pelecehan seksual di tiga perguruan tinggi swasta di Jogja dan meminta penguatan sistem pengaduan.
Robert Lewandowski mengungkap alasan memilih bergabung dengan Chicago Fire di MLS setelah meninggalkan Barcelona usai empat musim.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.