Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Ilustrasi berciuman/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Berciuman bisa memicu infeksi. Berikut adalah empat jenis infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak mulut ke mulut dengan orang yang terinfeksi, seperti dilansir dari Medical Daily.
Herpes
Oral herpes, sering disebut sebagai luka dingin, disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Menurut para ahli, infeksi ini paling umum menyebar melalui ciuman dan para perempuan lebih rentan terkena masalah ini ketimbang laki-laki.
Risiko penularan juga lebih tinggi jika ada luka di mulut atau di bibir. Para ahli kesehatan menyarankan Anda segera melihat area mulut sebelum mencium seseorang karena lepuh dan luka yang terkait herpes cukup terlihat.
Gingivitis
Gingivitis, peradangan pada gusi, adalah bentuk ringan penyakit gusi. Bakteri yang bertanggung jawab menyebabkan radang berpotensi berpindah melalui kontak dengan air liur orang yang terinfeksi.
"Mencium seseorang yang memiliki penyakit gusi dapat menyebabkan orang lain yang sebelumnya memiliki konsentrasi rendah bakteri \'jahat\' mengalami masalah gigi," kata dokter gigi asal California, Mark Burhenne. Dia menambahkan, menjaga kebersihan mulut (menyikat dua kali sehari, flossing, dll.) adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dari jenis bakteri ini.
Mononukleosis
Mononukleosis menular, kadang-kadang dikenal sebagai "penyakit berciuman", disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Selain berciuman, penyakit ini bisa ditularkan melalui batuk, bersin, berbagi sikat gigi atau kacamata dan lainnya.
etelah terinfeksi, seseorang dapat mengalami gejala seperti kelelahan ekstrim, sakit tenggorokan, demam, kehilangan nafsu makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit ini kemungkinan besar mempengaruhi orang-orang muda berusia 15-30 tahun.
Menurut Mayo Clinic, EBV dapat tetap berada di ludah seseorang selama berbulan-bulan setelah infeksi. Oleh karenanya, Anda dianjurkan untuk menghindari mencium orang dan berbagi makanan atau minuman sampai beberapa hari setelah demam mereda.
Sifilis
Risiko terkena sifilis bisa muncul setelah mencium seseorang.
"Sifilis adalah kondisi yang sangat menular, dan salah satu keunggulannya adalah perkembangan luka di mulut," kata OB-GYN Antonio Pizarro yang berbasis di Louisiana. Luka akibat sifilis biasanya bulat dan terbuka sehingga dapat membantu bakteri (Treponema pallidum) menyebar melalui kontak dekat. "Setiap kali ada sakit terbuka dan / atau darah, secara teoritis, infeksi dapat ditularkan secara oral," kata Pizarro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Niatnya cuma beli satu, tapi setelah checkout ternyata pesanan yang sama masuk dua kali. Salah satu transaksi memang ingin dibatalkan, tetapi pembayaran sudah t
Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat.
Hotspot karhutla Indonesia mencapai 18.065 titik pada 28 Agustus 2026. Kemenhut fokus mengendalikan kebakaran di enam provinsi prioritas.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.