Kapan Harus Keramas? Kenali Tanda Ini pada Rambut

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Agustus 2026 11:27 WIB
Kapan Harus Keramas? Kenali Tanda Ini pada Rambut

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Rambut mulai berminyak, lepek, gatal, atau mengeluarkan bau kurang sedap bisa menjadi tanda bahwa sudah waktunya keramas. Membersihkan rambut dan kulit kepala dengan air serta sampo membantu mengangkat keringat, minyak, debu, sel kulit mati, hingga sisa produk perawatan yang menempel.

Bagi sebagian orang, kebutuhan keramas mudah dikenali dari perubahan tampilan rambut. Namun, tanda bahwa rambut dan kulit kepala membutuhkan pembersihan tidak hanya terlihat dari rambut yang berminyak. Ada sejumlah perubahan lain yang dapat diperhatikan dalam rutinitas sehari-hari.

Keramas juga tidak harus dilakukan dengan frekuensi yang sama oleh setiap orang. Kondisi kulit kepala, jenis rambut, aktivitas harian, serta penggunaan produk penataan rambut dapat memengaruhi seberapa sering seseorang perlu membersihkan rambut.

Kenali Tanda Rambut Sudah Membutuhkan Keramas

Berikut 15 tanda yang dapat menjadi petunjuk bahwa rambut dan kulit kepala sudah membutuhkan keramas:

1. Rambut terlihat berminyak

Minyak alami atau sebum yang diproduksi kulit kepala dapat terus menumpuk. Ketika jumlahnya semakin banyak, rambut kehilangan kesan segar dan mulai terlihat berminyak, terutama pada orang yang memiliki kulit kepala dengan produksi minyak tinggi.

2. Kulit kepala terasa kotor

Keringat, debu, dan minyak yang menempel dalam waktu tertentu dapat membuat kulit kepala terasa tidak segar. Sensasi tersebut dapat mengurangi kenyamanan ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Ketombe mulai muncul

Serpihan putih pada rambut atau kulit kepala dapat muncul ketika terjadi penumpukan minyak dan sel kulit mati. Ketombe juga dapat disertai rasa gatal sehingga mengganggu kenyamanan dan penampilan.

4. Kulit kepala terasa gatal

Rasa gatal dapat muncul ketika keringat, minyak, maupun sisa produk perawatan menumpuk di kulit kepala. Jika kondisi ini terasa terus-menerus, kebersihan rambut dan kulit kepala perlu kembali diperhatikan.

5. Rambut tampak kusam

Helai rambut yang tertutup minyak dan kotoran dapat kehilangan kilau alaminya. Perubahan tersebut membuat rambut terlihat kusam dan kurang segar dibandingkan kondisi setelah dibersihkan.

6. Rambut menjadi lepek

Produksi sebum yang berlebih dapat membuat helai rambut saling menempel. Akibatnya, volume rambut berkurang dan rambut menjadi lebih sulit ditata.

7. Muncul bau kurang sedap

Kombinasi keringat, minyak, dan mikroorganisme di kulit kepala dapat menimbulkan aroma yang tidak sedap. Bau pada rambut atau kulit kepala juga dapat mengganggu rasa nyaman dan kepercayaan diri.

8. Produk perawatan mulai menumpuk

Sampo, kondisioner, gel, wax, maupun produk penataan rambut dapat meninggalkan residu apabila tidak dibersihkan secara rutin. Penumpukan tersebut dapat membuat rambut terasa lebih berat sekaligus tampak kusam.

9. Kulit kepala semakin berminyak

Pada sebagian orang, jarang membersihkan rambut dapat membuat minyak semakin menumpuk di kulit kepala. Kondisi ini dapat membuat rambut terlihat semakin berminyak dan memperkuat kebutuhan untuk membersihkannya.

10. Rambut sulit ditata

Minyak berlebih dan residu produk dapat membuat helaian rambut menjadi licin sehingga lebih sulit diatur. Gaya rambut juga dapat lebih cepat berubah karena kondisi rambut tidak lagi bersih dan ringan.

11. Kulit kepala terasa tidak nyaman

Sensasi berat, lengket, atau tidak segar pada kulit kepala dapat muncul akibat penumpukan berbagai zat. Kondisi tersebut dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman.

12. Terjadi penumpukan di sekitar folikel rambut

Minyak dan residu produk yang menumpuk dapat mengganggu kebersihan di sekitar folikel rambut. Dalam naskah sumber, kondisi ini disebut dapat menghambat pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat.

13. Rambut lebih mudah menggumpal

Minyak yang berlebih dapat membuat sejumlah helai rambut saling melekat. Rambut kemudian terlihat kurang bervolume dan menjadi lebih sulit dipisahkan ketika ditata.

14. Masalah kulit kepala tertentu terasa semakin mengganggu

Orang dengan kulit kepala berminyak atau kondisi kulit kepala tertentu dapat mengalami gejala yang lebih mengganggu ketika kebersihan rambut tidak terjaga. Kondisi kulit kepala yang sudah bermasalah juga dapat menjadi semakin berat.

15. Rambut secara keseluruhan terlihat kurang terawat

Minyak, kotoran, bau, dan sisa produk yang terkumpul dapat muncul bersamaan dan membuat rambut terlihat kurang bersih. Perubahan tersebut akhirnya turut memengaruhi tampilan rambut secara keseluruhan.

Tidak Ada Patokan Keramas yang Sama untuk Semua Orang

Meski 15 tanda tersebut dapat menjadi petunjuk, frekuensi keramas tidak memiliki satu aturan yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhannya dapat berbeda berdasarkan kondisi kulit kepala, jenis rambut, aktivitas, serta seberapa sering seseorang menggunakan produk perawatan atau penataan rambut.

Sebagian orang mungkin membutuhkan keramas setiap hari, sedangkan orang lain dapat merasa cukup dengan keramas dua hingga tiga kali dalam sepekan. Karena itu, kondisi rambut dan kulit kepala menjadi pertimbangan penting ketika menentukan waktu keramas.

Pola tersebut juga sejalan dengan panduan mengenai frekuensi keramas yang menekankan bahwa kebutuhan setiap orang berbeda. Rambut yang cepat berminyak atau sering terkena produk penataan dapat membutuhkan pembersihan lebih rutin, sedangkan rambut dengan kondisi berbeda dapat memiliki kebutuhan yang tidak sama.

Dengan memperhatikan perubahan pada rambut dan kulit kepala, waktu keramas dapat ditentukan berdasarkan kondisi yang benar-benar dirasakan. Tanda seperti rambut berminyak, lepek, gatal, bau kurang sedap, ketombe, hingga residu produk dapat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum melakukan keramas berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online