Workshop Emas Ilegal di Jakut Dibongkar, Diduga Dikirim ke Hong Kong
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
Ilustrasi sel kanker/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA — Perjalanan pasien kanker paru menuju pengobatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan. Proses diagnosis, rujukan, pemeriksaan, hingga penjadwalan terapi di berbagai fasilitas kesehatan juga dapat menjadi hambatan yang memperlambat penanganan.
Momentum Hari Kanker Paru Sedunia menjadi perhatian AstraZeneca Indonesia untuk mendorong penguatan ekosistem navigasi pasien (patient navigation). Sistem ini dinilai penting untuk membantu pasien melewati setiap tahapan layanan kesehatan sejak menemukan indikasi penyakit hingga memperoleh pengobatan.
Layanan navigasi pasien merupakan sistem pendampingan dan koordinasi bagi pasien, keluarga, serta caregiver dalam menjalani rangkaian penanganan kanker. Tahapannya mencakup skrining, diagnosis, rujukan, pengobatan hingga pemantauan setelah terapi.
Navigator pasien juga dapat membantu mengatasi sejumlah kendala yang kerap dihadapi pasien, mulai dari keterbatasan informasi dan persoalan administrasi hingga transportasi, biaya, serta kebutuhan dukungan psikologis.
Koordinasi Layanan Jadi Kunci
Pada pasien kanker paru, navigasi pasien dapat membantu memastikan hasil pemeriksaan dipahami dengan baik. Selain itu, jadwal konsultasi dan pengobatan dapat dikoordinasikan, sementara proses rujukan antar-fasilitas kesehatan diharapkan berjalan tanpa penundaan yang tidak diperlukan.
Kebutuhan terhadap sistem tersebut semakin penting mengingat kanker paru masih menjadi salah satu jenis kanker dengan beban kematian terbesar di dunia.
Data GLOBOCAN 2022 mencatat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru secara global. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 12,4% dari seluruh kasus kanker.
Pada tahun yang sama, kanker paru menyumbang sekitar 18,7% dari total kematian akibat kanker.
Di Indonesia, kanker paru juga termasuk jenis kanker dengan angka kematian tinggi. Kondisi tersebut membuat kecepatan diagnosis dan akses terhadap pengobatan menjadi bagian penting dalam penanganan pasien.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut patient navigation sebagai intervensi berbasis bukti yang dapat membantu pasien melewati sistem layanan kanker yang kompleks sehingga memperoleh diagnosis dan pengobatan secara tepat waktu.
Bisa Pangkas Waktu Hampir 20 Hari
AstraZeneca melalui Consensus Statement: Patient Navigation: Improving Care and Outcomes in Lung Cancer turut menyoroti peran navigasi pasien dalam mempercepat koordinasi layanan bagi pasien kanker paru.
Dalam salah satu studi yang dirangkum dalam dokumen tersebut, keberadaan navigator pasien dikaitkan dengan pemangkasan waktu rata-rata hampir 20 hari antara temuan awal melalui foto toraks dan dimulainya pengobatan.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan penguatan sistem kesehatan tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan obat, teknologi, maupun fasilitas kesehatan.
“Ketahanan sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan obat, teknologi, atau fasilitas, tetapi juga oleh kemampuan sistem menghubungkan seluruh tahapan pelayanan secara efektif. Layanan navigasi pasien adalah mekanisme yang menjembatani kesenjangan tersebut. Ketika pasien dapat bergerak lebih cepat dari deteksi, diagnosis, hingga pengobatan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga oleh sistem kesehatan melalui koordinasi yang lebih baik, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, dan beban pembiayaan yang lebih terkendali,” ujar Esra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.
Seoul menyiapkan kebijakan “hak atas keteduhan” dengan koridor pejalan kaki teduh untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dan melindungi warga.