China Usulkan Pembatasan Fitur Mobil Listrik, Kursi Zero-G hingga Layar Lipat
China mengusulkan aturan baru untuk mobil listrik, termasuk pembatasan kursi Zero-G saat berkendara, layar lipat, pesan pada lampu, dan gagang pintu tersembunyi
Desta. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Keputusan Desta Mahendra mundur dari Vindes Corp mengejutkan banyak penggemar. Pasalnya, perusahaan kreatif yang dibangunnya bersama Vincent Rompies itu telah berkembang menjadi salah satu ekosistem konten dan hiburan terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada publik, Desta menegaskan keputusannya meninggalkan Vindes telah dipikirkan secara matang. Ia juga meminta masyarakat tidak berspekulasi atau membuat asumsi terkait alasan di balik langkah tersebut.
Di balik kabar perpisahan itu, Vindes Corp ternyata telah menjelma menjadi lebih dari sekadar rumah produksi konten digital. Perusahaan tersebut berkembang menjadi jaringan bisnis kreatif yang mencakup program hiburan, olahraga, merchandise, hingga komunitas penggemar yang memiliki identitas kuat.
Berawal dari Konten Saat Tonight Show Berhenti
Dirangkum dari sejumlah sumber, cikal bakal Vindes bermula ketika program Tonight Show sempat berhenti tayang. Saat itu, Vincent Rompies dan Desta bersama Hesti Purwadinata serta Enzy Storia memilih tetap aktif menghibur publik melalui berbagai konten di platform YouTube.
Tak disangka, respons penonton sangat positif. Konten-konten yang mereka produksi berhasil menarik perhatian publik dan membangun basis penggemar yang loyal.
Melihat potensi tersebut, Vincent dan Desta kemudian mendirikan PT Vakansi Dedikasi Semesta atau Vindes Corp pada 2021. Sejak saat itu, perusahaan berkembang pesat dengan berbagai lini usaha yang saling terintegrasi.
Deretan Program yang Menjadi Aset Merek
Salah satu kekuatan utama Vindes terletak pada kemampuannya membangun identitas program menjadi aset merek bernilai ekonomi.
Sejumlah nama yang lahir dari ekosistem Vindes bahkan didaftarkan sebagai merek dagang dan menjadi bagian penting dari bisnis perusahaan.
Beberapa program yang dikenal luas antara lain VINDES, VINDESIAR, Vincent and Desta, Di Balik Behind, TADAAAN!, VIXTAPE, Ramadan Bareng VINDES, hingga Windestvial.
Strategi tersebut membuat setiap program memiliki karakter tersendiri sekaligus memperluas jangkauan audiens. Tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan, program-program tersebut juga menjadi fondasi pengembangan bisnis Vindes di berbagai sektor.
Sukses Mengemas Olahraga Menjadi Hiburan
Selain konten hiburan, Vindes juga berhasil menciptakan tren baru melalui program olahraga yang dikemas dengan pendekatan ringan dan menghibur.
Melalui VINDES Sport yang mengusung slogan "Keringat Itu Baik", perusahaan ini menghadirkan berbagai kegiatan olahraga yang mampu menarik perhatian publik.
Beberapa program yang lahir dari lini olahraga antara lain Sepik Bola, Tepok Bulu, Bankan, Tiba-Tiba Tenis, dan Bukan Main.
Konsep tersebut membuat olahraga terasa lebih dekat dengan masyarakat luas. Banyak orang yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti cabang olahraga tertentu justru tertarik karena kemasan hiburan yang khas ala Vindes.
Merchandise dan Komunitas Jadi Pilar Bisnis
Ekspansi Vindes tidak berhenti pada produksi konten. Perusahaan juga mengembangkan bisnis merchandise melalui VINDES Store serta berbagai produk dengan identitas merek yang kuat.
Selain itu, Vindes membangun komunitas penggemar yang aktif melalui berbagai kegiatan dan interaksi digital.
Nama seperti Vivin Dedess yang dikenal dengan slogan "Kalian Terbaik" serta SAKER menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat hubungan antara brand dan audiensnya.
Kehadiran komunitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Vindes mampu berkembang lebih cepat dibanding banyak perusahaan konten digital lainnya.
Vindes Setelah Desta
Mundurnya Desta tentu menjadi babak baru bagi Vindes Corp. Sebagai salah satu pendiri sekaligus wajah utama perusahaan, kontribusinya selama ini sangat besar dalam membentuk identitas dan arah perkembangan Vindes.
Meski demikian, fondasi bisnis yang telah dibangun bersama Vincent selama lima tahun terakhir dinilai cukup kuat untuk menopang perjalanan perusahaan ke depan.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah Vindes berikutnya setelah ditinggalkan salah satu sosok sentralnya. Namun satu hal yang tak terbantahkan, Vindes telah berhasil membuktikan bahwa proyek kreatif yang berawal dari kanal YouTube dapat berkembang menjadi ekosistem bisnis bernilai besar di industri hiburan Indonesia.
Bagi para penggemar, kepergian Desta mungkin meninggalkan ruang kosong. Namun warisan kreatif yang dibangunnya bersama Vincent telah menjadi bagian penting dalam perjalanan industri konten digital Tanah Air dan akan terus dikenang sebagai salah satu kisah sukses ekonomi kreatif Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
China mengusulkan aturan baru untuk mobil listrik, termasuk pembatasan kursi Zero-G saat berkendara, layar lipat, pesan pada lampu, dan gagang pintu tersembunyi
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.
Inter Milan menjamu Club Brugge pada Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober pukul 02.00 WIB. Kedua tim memburu poin pertama setelah kalah di laga pembuka.
Huawei Pura X View terjual sekitar 449.800 unit di China hingga pekan ke-39 2026. Simak harga, spesifikasi layar, kamera 200 MP, dan baterainya.
PKN Tingkat II Angkatan XXXII Kalimantan Barat mengunjungi BPKA DIY untuk mempelajari strategi pembiayaan alternatif dan optimalisasi aset daerah.