Kebakaran Restoran di Bangkok, 30 Tewas Termasuk 17 Perempuan
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang mengalami penurunan energi dan rasa kantuk pada siang hari, terutama setelah makan siang. Kondisi ini sering membuat produktivitas menurun, konsentrasi terganggu, hingga pekerjaan terasa lebih berat untuk diselesaikan.
Fenomena tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tubuh manusia memang memiliki ritme biologis alami yang menyebabkan tingkat kewaspadaan menurun pada waktu tertentu di siang hari. Dalam dunia kesehatan tidur, kondisi ini dikenal sebagai post-lunch dip atau penurunan energi setelah makan siang.
Ketika rasa kantuk mulai muncul, sebagian orang memilih mengandalkan kopi atau minuman berkafein untuk tetap terjaga. Namun, para pakar kesehatan tidur menyebut bahwa tidur siang yang dilakukan dengan cara yang tepat justru menjadi metode yang lebih efektif untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan menjaga performa sepanjang hari.
EAting Well melaporkan, waktu tidur siang menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Para ahli merekomendasikan tidur siang pada awal sore, yakni antara pukul 13.00 hingga 15.00.
Pada rentang waktu tersebut, jam biologis tubuh secara alami mengalami penurunan kewaspadaan yang ditandai dengan turunnya suhu tubuh dan berkurangnya energi. Karena itu, tubuh lebih mudah beristirahat dan memperoleh manfaat maksimal dari tidur singkat.
Sebaliknya, tidur siang yang dilakukan terlalu sore berpotensi mengganggu kualitas tidur malam. Jika seseorang tidur setelah pukul 15.00, tubuh bisa kehilangan sebagian dorongan alami untuk tidur pada malam hari sehingga menyebabkan sulit terlelap saat waktunya beristirahat.
Sebagai panduan umum, usahakan terdapat jarak sekitar enam hingga delapan jam antara waktu bangun dari tidur siang dan jadwal tidur malam.
Selain waktu pelaksanaannya, durasi tidur siang juga menentukan manfaat yang akan diperoleh tubuh.
Pilihan pertama yang paling banyak direkomendasikan adalah tidur selama 10 hingga 20 menit atau yang dikenal sebagai power nap. Durasi singkat ini membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh memasuki fase tidur yang terlalu dalam.
Power nap cocok bagi pekerja kantoran, mahasiswa, maupun siapa saja yang membutuhkan tambahan energi untuk melanjutkan aktivitas. Setelah bangun, tubuh biasanya terasa lebih segar, fokus meningkat, dan kemampuan berpikir menjadi lebih baik.
Pilihan kedua adalah tidur sekitar 30 menit. Durasi ini masih tergolong aman, tetapi memiliki risiko yang lebih besar karena tubuh mulai mendekati fase tidur yang lebih dalam.
Pada kondisi tertentu, seseorang bisa mengalami sleep inertia setelah bangun tidur. Kondisi ini ditandai dengan rasa pusing, lemas, atau kebingungan sementara yang membuat tubuh membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi.
Sementara itu, tidur siang selama 60 hingga 90 menit memungkinkan tubuh menyelesaikan satu siklus tidur secara penuh.
Dalam rentang waktu tersebut, tubuh melewati fase tidur ringan, tidur dalam, hingga fase REM atau Rapid Eye Movement yang berperan penting dalam pemulihan fisik, pembentukan memori, serta peningkatan fungsi kognitif.
Tidur siang yang lebih panjang ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami kelelahan fisik berat atau membutuhkan proses pemulihan yang lebih optimal. Namun, setelah bangun biasanya diperlukan waktu tambahan sekitar 30 menit sebelum tubuh kembali siap beraktivitas secara maksimal.
Agar manfaat tidur siang lebih terasa, lingkungan tempat beristirahat juga perlu diperhatikan. Pilih ruangan yang tenang, memiliki suhu nyaman, dan pencahayaan yang redup sehingga tubuh dapat lebih cepat rileks.
Menggunakan alarm juga penting untuk mencegah tidur terlalu lama yang justru dapat menimbulkan rasa lesu setelah bangun.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidur siang yang dilakukan secara teratur dan terukur mampu meningkatkan suasana hati, memperbaiki fokus, mempercepat respons otak, serta membantu menjaga produktivitas sepanjang hari.
Karena itu, ketika rasa kantuk mulai menyerang setelah makan siang, memberikan waktu beberapa menit untuk beristirahat bisa menjadi investasi sederhana bagi kesehatan dan performa kerja. Dengan waktu yang tepat dan durasi yang sesuai kebutuhan, tidur siang dapat menjadi kebiasaan sehat yang membantu tubuh tetap bugar hingga akhir hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto
SMPN 10 Jogja menambah dua rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mampu menampung 64 siswa tambahan di tengah tingginya minat SMP negeri.
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Harga cabai kembali turun pada 13 Juli 2026. Beras dan minyak goreng masih stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas pangan.
Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Berkolaborasi Bersama Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta