FIFA Buka Peluang 64 Tim di Piala Dunia 2030, Indonesia Bisa Lolos?
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Kung Fu Soccer/instagram.com;cgv_id
Harianjogja.com, JOGJA—Kembalinya Stephen Chow ke dunia perfilman langsung mencuri perhatian publik China. Setelah vakum cukup panjang dari kursi sutradara, sineas yang dikenal lewat sederet film komedi legendaris itu sukses mencatatkan pembukaan luar biasa melalui film terbarunya berjudul Kung Fu Soccer.
Film yang dibintangi Zhang Xiaofei, Dilraba, dan Lay Zhang tersebut mencetak pendapatan lebih dari 455 juta yuan atau sekitar Rp1,21 triliun hanya dalam dua hari pertama penayangannya di China. Raihan itu menjadikan Kung Fu Soccer sebagai salah satu debut film paling mencolok pada musim panas tahun ini.
Menurut laporan Global Times, Senin(13/7/2026), antusiasme penonton terhadap film tersebut langsung mendorongnya menjadi rilisan terbesar di pasar film musim panas China. Keberhasilan ini sekaligus menandai berakhirnya masa jeda panjang Stephen Chow yang terakhir kali menyutradarai The New King of Comedy pada 2019.
Bagi banyak penggemar, Kung Fu Soccer bukan sekadar film baru. Proyek ini diposisikan sebagai penerus spiritual dari Shaolin Soccer, film fenomenal yang melambungkan nama Stephen Chow secara global pada 2001.
Kerinduan publik terhadap gaya komedi khas sang sutradara disebut menjadi salah satu faktor utama di balik tingginya minat penonton. Di tengah minimnya film blockbuster yang mampu menggerakkan pasar bioskop musim panas, kehadiran Kung Fu Soccer menjadi angin segar bagi industri perfilman domestik.
Cerita film ini berfokus pada perjuangan sebuah tim sepak bola perempuan yang awalnya dipandang sebelah mata. Dengan menggabungkan teknik bela diri Shaolin dan strategi sepak bola modern, mereka perlahan berkembang menjadi penantang serius dalam perebutan gelar juara.
Stephen Chow menggandeng sejumlah nama besar untuk memperkuat proyek tersebut. Selain Zhang Xiaofei, Dilraba, dan Lay Zhang, film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Carina Lau serta aktor Jepang Takeru Satoh.
Strategi pemasaran film juga dirancang untuk menjangkau pasar internasional yang lebih luas. Kung Fu Soccer dirilis dalam berbagai pilihan bahasa, termasuk Mandarin, Kanton, Inggris, Korea, Jepang, dan Thai. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan tingginya perhatian publik dunia terhadap Piala Dunia FIFA 2026 yang sedang berlangsung.
Data dari platform tiket Maoyan menunjukkan dominasi film ini sejak hari pertama penayangan. Kung Fu Soccer menguasai sekitar 48,2 persen slot pemutaran nasional dan berhasil mengumpulkan lebih dari 260 juta yuan pada hari pembukaannya.
Jumlah tersebut menyumbang sekitar 80,3 persen dari total pendapatan bioskop harian di China. Pencapaian itu bahkan membantu pasar bioskop domestik menembus angka 300 juta yuan dalam sehari untuk pertama kalinya setelah 136 hari.
Meski mencetak kesuksesan komersial, respons publik terhadap film ini tidak sepenuhnya positif. Di platform ulasan Douban, Kung Fu Soccer memperoleh nilai 6,6 dari 10, menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang cukup tajam di kalangan penonton.
Kelompok yang menyukai film tersebut memuji keberanian Stephen Chow menghadirkan cerita olahraga yang tidak berpusat pada tokoh pria. Mereka menilai fokus pada solidaritas, perjuangan, dan perkembangan karakter perempuan menjadi nilai tambah yang membedakan film ini dari kebanyakan film olahraga lainnya.
Selain itu, banyak penggemar menyambut kembalinya humor absurd khas Stephen Chow yang selama ini menjadi ciri utama karya-karyanya. Adegan laga yang memadukan seni bela diri dan sepak bola juga dianggap berhasil membangkitkan nostalgia terhadap era kejayaan Shaolin Soccer.
Di sisi lain, sejumlah kritikus menilai Kung Fu Soccer terlalu bergantung pada formula lama yang pernah membuat Shaolin Soccer sukses besar. Kritik juga diarahkan pada alur cerita yang dianggap mudah ditebak dan kurang menawarkan kejutan baru.
Efek visual film ini turut menjadi sorotan. Sebagian penonton menganggap kualitasnya belum mampu memenuhi ekspektasi film blockbuster modern. Padahal, laporan ThePaper.cn menyebut produksi Kung Fu Soccer melibatkan lebih dari 1.200 bidikan efek visual serta penggunaan teknologi motion-capture dan AI-rendering.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, Kung Fu Soccer tetap menjadi salah satu film Asia yang paling banyak diperbincangkan sepanjang 2026. Kesuksesan komersialnya menunjukkan bahwa nama Stephen Chow masih memiliki daya tarik besar di industri hiburan.
Bagi penggemar di Indonesia, penantian untuk menyaksikan film tersebut tidak akan berlangsung lama. Kung Fu Soccer dijadwalkan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 12 Agustus 2026, menjadikannya salah satu film Asia paling dinantikan pada paruh kedua tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
NCA & IWF peringatkan orang tua soal 8.000 gambar CSAM AI. Panduan baru: privasi, close friends, hindari sharenting. Lindungi anak dari eksploitasi digital.
Wedding Organizer Gathering pada Kamis (9/7) di Skydeck Rooftop Pool & Bar sebagai langkah memperkuat sinergi dengan para pelaku industri pernikahan sekaligus m
Mencari tablet dengan baterai lebih awet dari iPad 11? Simak daftar tablet Android berkapasitas hingga 12.140 mAh yang cocok untuk kerja, belajar, dan hiburan.
Tidur siang yang tepat bisa pulihkan energi, tapi durasi & waktu harus diperhatikan. Para ahli sarankan power nap 20 menit atau 90 menit untuk pemulihan.
Korban meninggal akibat kecelakaan tiga kendaraan di Jalur Pantura Lohbener, Indramayu, bertambah menjadi 12 orang. Enam korban lainnya masih dirawat di rumah s