Jelang Pilkades, Kades di Magelang Diminta Transparan Kelola Dana Desa
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Susu - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemenuhan gizi anak sejak usia dini menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Pada fase ini, orang tua semakin teliti dalam membaca label gizi produk, mulai dari kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral yang tercantum dalam kemasan.
Namun, perhatian terhadap komposisi nutrisi saja dinilai belum cukup. Cara sebuah produk diproses sebelum sampai ke tangan konsumen juga memiliki pengaruh besar terhadap kualitas gizi yang diterima anak.
Pada produk susu formula, misalnya, proses produksi umumnya melalui beberapa tahapan seperti pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan. Rangkaian proses ini bertujuan menjaga keamanan pangan dan memperpanjang daya simpan produk. Meski demikian, proses yang terlalu intensif berpotensi memengaruhi struktur alami beberapa zat gizi dalam susu.
Sebaliknya, susu segar yang diproses menjadi susu bubuk melalui metode yang lebih sederhana disebut dapat membantu mempertahankan kesegaran bahan baku serta menjaga kandungan gizi alaminya lebih optimal.
Kajian ilmiah menunjukkan bahwa pemanasan berulang dan proses pengolahan yang panjang dapat mengubah struktur protein serta komponen penting lain dalam susu. Dampaknya, hal ini bisa memengaruhi daya cerna dan efektivitas penyerapan zat gizi oleh tubuh anak.
Dokter gizi, Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz, menegaskan bahwa kebiasaan orang tua dalam membaca label gizi merupakan langkah penting dalam memilih produk yang tepat. Namun, ia mengingatkan agar perhatian tidak hanya berhenti pada tabel nutrisi semata.
“Nama bahan yang tercantum di urutan pertama pada daftar komposisi mencerminkan kandungan utama dari produk tersebut,” ujarnya dikutip Sabtu (6/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pemahaman terhadap komposisi dan proses produksi akan membantu orang tua mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memilih asupan untuk anak.
Seiring perkembangan teknologi pangan, sejumlah inovasi kini mulai mengarah pada proses produksi yang lebih sederhana dan terkontrol. Pendekatan ini bertujuan menjaga kualitas bahan baku, meminimalkan perubahan protein, serta memastikan keamanan mikrobiologis produk tetap terjaga.
Proses produksi yang lebih singkat juga dinilai dapat membantu mempertahankan karakter alami susu, sehingga kualitas gizi lebih terjaga hingga produk siap dikonsumsi.
Meski demikian, para ahli tetap menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan pilihan terbaik untuk bayi, terutama pada usia 0–6 bulan pertama kehidupan. Susu formula hanya dianjurkan dalam kondisi tertentu dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Orang tua pun diimbau untuk tidak hanya terpaku pada iklan atau klaim produk, tetapi juga aktif berkonsultasi dengan tenaga medis serta memahami komposisi secara menyeluruh sebelum memilih produk untuk anak. Dengan demikian, keputusan yang diambil dapat benar-benar mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold 8, Z Flip 8, dan Fold 8 Ultra dengan desain baru, RAM hingga 16 GB, serta chipset berbeda untuk tiap model.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Kamis (23/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah Ke-28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 dan akan menyampaikan pidato.