PSIM Jogja Pertahankan Empat Pilar Asing
PSIM Jogja memastikan mempertahankan empat pemain asing andalan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Ze Valente, Pulga Vidal, Yusaku Yamadera, dan Jop van.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang memulai hari dengan kebiasaan yang sama: meraih ponsel begitu membuka mata. Awalnya mungkin hanya ingin melihat pesan masuk, mengecek kabar terbaru, atau sekadar mengetahui apa yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun tanpa disadari, aktivitas tersebut sering berubah menjadi kebiasaan yang menguras energi mental. Jari terus menggulir layar, berpindah dari satu berita ke berita lain yang berisi konflik, bencana, krisis ekonomi, hingga berbagai kabar buruk dari seluruh dunia. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah doomscrolling.
Doomscrolling atau doomsurfing merupakan perilaku mengonsumsi informasi bernada negatif secara terus-menerus melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Alih-alih memberikan rasa tenang, kebiasaan tersebut justru dapat memicu kecemasan, stres, ketakutan, hingga kelelahan emosional.
Secara psikologis, perilaku ini muncul karena otak manusia memiliki kecenderungan alami untuk mencari kepastian ketika menghadapi situasi yang tidak menentu. Saat terjadi peristiwa besar atau krisis, banyak orang merasa perlu terus memperbarui informasi dengan harapan mendapatkan rasa aman.
Sayangnya, kebutuhan tersebut sering berubah menjadi jebakan. Platform media sosial saat ini menggunakan algoritma yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Melalui fitur guliran tanpa batas atau infinite scroll, pengguna terus disuguhi konten yang mampu memancing emosi kuat seperti marah, takut, sedih, atau penasaran.
Akibatnya, seseorang dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa benar-benar menyadarinya. Semakin lama mengonsumsi berita negatif, semakin besar pula beban emosional yang menumpuk.
Fenomena ini menjadi perhatian serius di Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia, masyarakat Indonesia memiliki tingkat paparan informasi digital yang sangat tinggi setiap harinya.
Kelompok Generasi Z dinilai menjadi salah satu yang paling rentan. Rata-rata kelompok usia muda menghabiskan waktu antara satu hingga enam jam per hari di berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, X, hingga Facebook. Bahkan sebagian pengguna tercatat mampu menghabiskan waktu hingga 10 jam sehari menatap layar.
Dengan durasi penggunaan yang panjang, risiko terjebak dalam lingkaran doomscrolling menjadi semakin besar.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kondisi psikologis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan informasi negatif secara berulang berkaitan dengan meningkatnya kecemasan eksistensial, stres kronis, serta gangguan kesehatan mental lainnya.
Penelitian yang dilakukan Shabahang dan kolega pada 2024 serta Satici dan tim peneliti pada 2022 menemukan adanya hubungan antara konsumsi berita negatif berlebihan dengan peningkatan tingkat kecemasan dan tekanan psikologis.
American Psychological Association (APA) bahkan mengenalkan istilah news-related stress atau stres yang dipicu oleh paparan berita secara terus-menerus.
Selain memengaruhi kesehatan mental, kebiasaan doomscrolling juga berdampak pada kondisi fisik. Pengguna dapat mengalami gangguan tidur, insomnia, mata lelah, sakit kepala, hingga kelelahan berkepanjangan.
Dalam jangka panjang, stres yang terus menumpuk berpotensi meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko gangguan kesehatan kardiovaskular, termasuk penyakit jantung.
Mereka yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, takut tertinggal informasi atau mengalami FOMO (fear of missing out), serta terbiasa menjadi pembaca pasif di media sosial termasuk kelompok yang perlu lebih waspada terhadap perilaku ini.
Untuk mengurangi risiko doomscrolling, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Mulai dari membatasi waktu penggunaan ponsel, mematikan notifikasi yang tidak penting, hingga memilih sumber informasi yang kredibel dan mengatur durasi konsumsi berita setiap hari.
Apabila kecemasan akibat paparan informasi negatif mulai mengganggu kualitas tidur, menurunkan konsentrasi kerja, atau memengaruhi aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog maupun tenaga kesehatan mental dapat menjadi langkah yang tepat.
Di era banjir informasi seperti sekarang, mengetahui perkembangan berita memang penting. Namun menjaga kesehatan mental tetap harus menjadi prioritas agar informasi yang dikonsumsi tidak justru berubah menjadi sumber tekanan yang merugikan diri sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja memastikan mempertahankan empat pemain asing andalan untuk menghadapi Super League 2026/2027. Ze Valente, Pulga Vidal, Yusaku Yamadera, dan Jop van.
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya
BRSPA Dinsos DIY menggelar Peningkatan Kapasitas Safeguarding Bagi Pengelola Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Kantor Kalurahan Sendangtirto.
Taiwan perpanjang bebas visa untuk Thailand, Filipina, Brunei—Indonesia belum masuk! Wisatawan dapat tinggal 14 hari mulai 1 Agustus 2026. Simak syaratnya di si
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi