Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan, Empat Laporan Diproses
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Mentan Amran soal dugaan mafia pangan, termasuk empat laporan polisi dan pelanggaran tata niaga.
Mi pedas - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, TANGERANG— Tren makanan pedas yang ramai di media sosial sebaiknya tidak diikuti begitu saja oleh anak-anak. Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, dr. Eva Jeumpa Soelaeman, mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak mengonsumsi makanan pedas yang sedang viral tanpa pendampingan karena berisiko mengganggu kesehatan sistem pencernaan hingga memengaruhi proses tumbuh kembang.
Menurut dr. Eva, anak memiliki sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna seperti orang dewasa. Karena itu, orang tua perlu lebih selektif dalam memilih makanan yang dikonsumsi anak agar tidak memicu gangguan kesehatan.
"Jangan karena pengaruh gaya hidup dan mencoba makanan pedas yang viral, membuat kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," kata dr. Eva Jeumpa Soelaeman di Tangerang, Rabu.
Sistem Pencernaan Anak Lebih Sensitif
Ia menjelaskan sistem pencernaan anak mempunyai tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap infeksi, alergi, maupun kelainan struktural. Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan mengalami berbagai gangguan apabila pola makannya tidak sesuai.
Beberapa keluhan yang kerap muncul akibat konsumsi makanan yang tidak tepat antara lain sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), hingga berat badan yang tidak kunjung bertambah.
"Sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa. Jika anak mengalami kondisi tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter gastro anak karena dokter spesialis ini memahami sistem pencernaan anak secara mendalam," ujarnya.
Peran Dokter Gastro Anak
Dr. Eva menjelaskan dokter gastro anak atau dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi merupakan dokter spesialis anak yang telah menempuh pendidikan subspesialisasi untuk mendiagnosis, mengobati, serta mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan.
Penanganan tersebut mencakup organ kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati (liver), hingga pankreas pada bayi, anak-anak, maupun remaja.
Gangguan yang Dapat Ditangani
Berbagai masalah kesehatan yang dapat ditangani dokter gastro anak meliputi gangguan saluran cerna bagian atas beserta gejala umumnya, penyakit GERD, kesulitan menelan, muntah berulang, muntah darah, sakit perut, gangguan berat badan, masalah makan, infeksi dan radang pencernaan kronis, serta kelainan hati dan empedu pada anak.
Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan endoskopi guna melihat kondisi bagian dalam saluran cerna secara langsung.
Endoskopi Anak Berbeda dengan Orang Dewasa
Dr. Eva mengatakan tindakan endoskopi dilakukan menggunakan selang fleksibel tipis yang dilengkapi kamera kecil atau endoskop.
"Meskipun prinsip kerjanya sama dengan orang dewasa, endoskopi pada anak memiliki perbedaan dari ukuran alat, bius lokal hingga tim medis khusus," ujarnya.
Pemeriksaan tersebut disesuaikan dengan kondisi anak sehingga memerlukan peralatan dan penanganan medis yang berbeda dibandingkan prosedur pada pasien dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Mentan Amran soal dugaan mafia pangan, termasuk empat laporan polisi dan pelanggaran tata niaga.
Shin Tae-yong optimistis Persija Jakarta memutus rekor buruk melawan Arema FC saat bertemu di Stadion Patriot, Rabu (21/10/2026).
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu, 21 Oktober 2026. Tersedia 12 jadwal keberangkatan dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Rabu, 21 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Luhut Binsar Pandjaitan menyebut hilirisasi kratom dan kemenyan ditargetkan diluncurkan Maret 2027, dengan rencana pusat riset genom di Danau Toba.
BP3MI Jawa Tengah mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui program SMK Go Global.