DeepSeek Gangguan 5 Jam, Pelanggan Berbayar Dapat Refund
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Selama ini, masyarakat sering terpapar pesan seragam bahwa hidup akan jauh lebih baik jika memiliki pasangan. Mulai dari film, lagu, hingga obrolan keluarga kerap mengondisikan hubungan romantis sebagai jalan mutlak menuju kebahagiaan. Akibatnya, mereka yang melajang sering dipandang sebelah mata, seolah-olah sedang tertahan di ruang tunggu kehidupan.
Namun, apakah asumsi tersebut benar? Dua peneliti, Menelaos Apostolou (University of Nicosia, Siprus) dan Elyakim Kislev (Hebrew University of Jerusalem, Israel), melakukan studi longitudinal selama 13 tahun terhadap 12.000 orang dewasa di Jerman untuk membedah dinamika emosional di balik status hubungan.
Kenaikan Kebahagiaan Tidak Sebesar Bayangan
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences ini mematahkan anggapan sederhana bahwa orang berpasangan otomatis lebih bahagia. Memang benar ada kenaikan tingkat kepuasan hidup, namun angkanya ternyata tidak semasif yang dibayangkan dalam skala 1 hingga 10:
Pasangan (Tanpa Menikah): Kenaikan hanya sekitar 0,42 poin.
Pernikahan: Kenaikan hanya sekitar 0,86 poin.
Angka ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bersifat multifaktor, di mana kesehatan, kondisi finansial, pekerjaan, kualitas pertemanan, dan pencapaian pribadi memiliki kontribusi yang tidak kalah penting.
Kualitas Hubungan sebagai Pembeda Utama
Temuan paling krusial dari riset ini adalah perbedaan kualitas hubungan sebagai penentu kesehatan emosional. Peneliti membagi kepuasan hubungan menjadi tiga kategori: buruk, sedang, dan baik.
“Hasilnya jelas menunjukkan bahwa ini bukan sekadar tentang memiliki pasangan. Kualitas hubungan adalah faktor penentu bagi kesehatan emosional kita,” ujar Profesor Elyakim Kislev sebagaimana dikutip dari laporannya.
Studi ini menemukan fakta mengejutkan: mereka yang terjebak dalam hubungan berkualitas buruk atau sedang justru memiliki kondisi emosional yang jauh lebih parah dibandingkan mereka yang memilih tetap melajang. Individu dalam hubungan yang tidak sehat lebih rentan mengalami kesedihan, penurunan suasana hati, hingga depresi.
Lajang sebagai Pelindung Alami
Meskipun memiliki pasangan terbukti ampuh memangkas rasa sepi—bahkan dalam hubungan yang tidak harmonis—perlu dicatat bahwa "tidak merasa sepi" tidak sama dengan merasa bahagia atau puas.
Pesan kuat bagi Anda: status lajang justru bisa menjadi "pelindung alami" dari stres akibat hubungan yang beracun. Oleh karena itu, jangan biarkan tekanan sosial membuat Anda terburu-buru masuk ke hubungan yang salah. Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukanlah "Apakah kamu sudah punya pasangan?", melainkan "Apakah hubungan tersebut berdampak baik untukmu?"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Stok Pertalite turun dari 20–23 hari menjadi 16–18 hari. Pengamat mendesak pemerintah memperkuat cadangan dan mengawasi penyaluran BBM.
Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte meninggal dunia pada 18 Oktober 2026. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di TMPNU Cikeas.
PSS Sleman bermain imbang 2-2 melawan Persebaya. Pieter Huistra menilai intensitas dan semangat juang tim di sepak bola Indonesia makin tinggi.
Tim RISPRO LPDP–Diktilitbang PP Muhammadiyah mempresentasikan SIGUMI untuk memperkuat komunikasi risiko dan mitigasi bencana di kawasan wisata gunung api.