Viral! IShowSpeed Memohon Yamal Hentikan Messi di Final

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 09:17 WIB
Viral! IShowSpeed Memohon Yamal Hentikan Messi di Final

Pemain timnas Spanyol, Lamine Yamal./X-SEFutbol\r\n\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Reaksi emosional YouTuber dan streamer terkenal IShowSpeed setelah Inggris tersingkir dari Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pendukung garis keras Cristiano Ronaldo itu bahkan sampai memohon kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, untuk menggagalkan ambisi Lionel Messi meraih gelar juara dunia lagi bersama Argentina.

Momen tersebut terjadi sesaat setelah Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Hasil itu memastikan Lionel Messi dan tim Tango melangkah ke partai puncak untuk menghadapi Spanyol.

Bagi sebagian pencinta sepak bola, kemenangan Argentina mungkin hanya berarti tiket menuju final. Namun bagi Speed, hasil tersebut memunculkan kekhawatiran yang jauh lebih besar: kemungkinan Messi semakin mengukuhkan statusnya dalam perdebatan pemain terbaik sepanjang masa atau GOAT.

Dalam siaran langsung perjalanan pulang setelah pertandingan, Speed terlihat tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya. Mengenakan jersey Inggris, ia menyampaikan pesan khusus kepada Lamine Yamal yang langsung menyebar luas di berbagai platform digital.

"Lamine Yamal, bro, beban di pundakmu sekarang besar banget. Pesan ini khusus buat kamu. Fokus! Jangan main-main, Lamine. Menang, please! Kalahkan Argentina di final Piala Dunia. Tolong, Lamine! Tolong selamatkan aku dari bencana!" ujar Speed.

Pernyataan tersebut langsung memancing beragam reaksi dari penggemar sepak bola. Banyak yang menganggap komentar itu sebagai bentuk loyalitas tanpa batas Speed kepada Cristiano Ronaldo, sementara yang lain melihatnya sebagai hiburan khas yang selama ini melekat pada sosok kreator konten asal Amerika Serikat tersebut.

Ketakutan Speed berakar pada satu hal: apabila Messi berhasil membawa Argentina menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun, posisi legenda Argentina itu dalam perdebatan GOAT diyakini akan semakin sulit digoyahkan.

Dalam siarannya, Speed mengaku tidak siap menghadapi kemungkinan tersebut.

"Aku nggak sanggup menghadapi ini setahun lagi. Kalau Messi benar-benar menang Piala Dunia lagi, aku nggak tahu harus ngomong apa sebagai fans Ronaldo. Aku benar-benar sudah kehabisan kata-kata," ucapnya.

Ia kemudian kembali meminta bantuan kepada Yamal yang akan menjadi salah satu andalan Spanyol di final.

"Jadi, Lamine Yamal... selamatkan kami, para fans Ronaldo!" tambahnya.

Hubungan emosional Speed dengan Cristiano Ronaldo memang sudah lama menjadi bagian dari identitas publiknya. Selama Piala Dunia 2026, ia beberapa kali menghadiri pertandingan langsung dan secara terbuka memberikan dukungan kepada kapten Portugal tersebut.

Bahkan belum lama ini Speed menerima hadiah spesial dari Ronaldo berupa sepasang sepatu langka Nike Mercurial Superfly 11 "CR7 Gold Scorpion". Sepatu tersebut disebut hanya diproduksi dua pasang di dunia dan digunakan Ronaldo selama tampil di Piala Dunia 2026.

Menariknya, peran Speed dalam turnamen kali ini tidak hanya sebagai penonton. FIFA menunjuknya sebagai salah satu mitra official simulcast untuk kawasan Amerika Utara.

Melalui kerja sama dengan FIFA, Fox Sports, dan YouTube, Speed memperoleh akses khusus untuk menyiarkan konten langsung dari stadion, termasuk menampilkan cuplikan pertandingan secara resmi kepada jutaan pengikutnya.

Strategi tersebut terbukti berhasil menjangkau audiens muda yang lebih banyak mengonsumsi konten melalui platform digital dibanding televisi konvensional. Beberapa siaran langsung Speed bahkan mampu menarik jutaan penonton secara bersamaan.

Sementara itu, final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Argentina dan Spanyol di Stadion New York/New Jersey. Pertandingan tersebut tidak hanya menjadi perebutan trofi juara dunia, tetapi juga menyajikan pertarungan simbolis dua generasi berbeda.

Di satu sisi ada Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun dan masih menjadi pusat permainan Argentina. Di sisi lain hadir Lamine Yamal, sensasi muda Spanyol berusia 19 tahun yang digadang-gadang menjadi salah satu wajah baru sepak bola dunia.

Yang membuat duel ini semakin menarik adalah kisah masa lalu keduanya. Pada 2007, Messi pernah berfoto bersama Yamal yang saat itu masih bayi dalam sebuah kegiatan amal UNICEF. Foto tersebut kembali viral menjelang final karena dianggap menjadi simbol pertemuan dua generasi pesepak bola dalam satu panggung terbesar.

Kini, harapan para penggemar Ronaldo yang dipimpin oleh IShowSpeed bertumpu pada Yamal dan Spanyol. Mereka berharap wonderkid La Roja mampu menghentikan langkah Messi sekaligus mencegah Argentina mencetak sejarah sebagai juara dunia dua edisi beruntun.

Apakah Yamal mampu memenuhi harapan tersebut atau justru Messi kembali menambah babak baru dalam warisan legendarisnya? Jawabannya akan ditentukan di partai final Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online