100 Perusahaan Desak Pertahanan Siber Diperkuat Hadapi Ancaman AI
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Gula putih dan gula aren. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Minuman berbahan gula aren semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada kopi susu kekinian dan berbagai minuman manis lainnya.
Banyak orang menilai gula aren lebih sehat dibanding gula putih karena dianggap alami dan diproses secara tradisional.
Padahal, gula aren tetap termasuk gula tambahan yang perlu dibatasi konsumsinya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Gula aren dibuat dari nira pohon aren yang dimasak hingga mengental dan membentuk kristal.
Karena prosesnya tidak melalui pemurnian sebanyak gula pasir, gula aren masih mengandung sejumlah mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi.
Namun, kandungan mineral tersebut jumlahnya relatif kecil sehingga tidak membuat gula aren otomatis menjadi pemanis yang sepenuhnya sehat.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gula aren tetap mengandung sukrosa yang dapat memengaruhi kadar gula darah serta meningkatkan asupan kalori harian.
Indeks glikemik gula aren memang sedikit lebih rendah dibanding gula pasir, tetapi perbedaannya dinilai tidak terlalu signifikan apabila dikonsumsi berlebihan.
Karena itu, penderita diabetes maupun orang dengan resistensi insulin tetap disarankan membatasi konsumsi minuman berbahan gula aren.
Masalah utama minuman manis bukan hanya jenis gulanya, tetapi jumlah konsumsi yang terlalu sering.
Banyak minuman kekinian berbahan gula aren juga mengandung tambahan sirup, krimer, maupun susu tinggi lemak yang membuat kadar gula dan kalorinya semakin tinggi.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung jika dikonsumsi rutin dalam jangka panjang.
Satu gelas minuman manis bahkan dapat mendekati atau melebihi batas konsumsi gula tambahan harian yang direkomendasikan, yakni sekitar 25–30 gram per hari untuk orang dewasa.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung menganggap semua produk berlabel gula aren lebih aman atau lebih sehat.
Meski demikian, minuman berbahan gula aren tetap boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat disarankan memilih ukuran minuman lebih kecil, mengurangi kadar gula, dan membatasi frekuensi konsumsi.
Pilihan lain yang dianggap lebih aman adalah membuat minuman sendiri di rumah agar kadar gula lebih mudah dikontrol.
Selain itu, membaca label kandungan gula dan kalori pada minuman kemasan juga penting dilakukan sebelum membeli produk.
Pakar kesehatan menilai pola konsumsi yang seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam mengonsumsi minuman manis.
Gula aren memang memiliki proses pembuatan yang lebih alami dibanding gula putih, tetapi tetap perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak kesehatan di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Liverpool ditahan Nottingham Forest 2-2 di Anfield dalam lanjutan Premier League 2026/2027. Victor Munoz mencetak gol penyama pada menit ke-82.
Marc Marquez memenangkan Sprint Race MotoGP Aragon 2026 setelah mengungguli Alex Marquez dan Marco Bezzecchi dalam balapan 11 lap.
Swiss memiliki suku bunga 0% dan menjadi yang terendah dalam daftar. Bagaimana posisi Indonesia dengan suku bunga 5,75% pada Agustus 2026?
Mobil memasuki usia lima tahun? Cek tujuh komponen penting mulai dari ban, oli, kaki-kaki, aki hingga timing belt dan V-belt.
Thailand melaju ke final AVC Continental 2026 usai mengalahkan Jepang 3-1. Hasil ini sekaligus memastikan tiket World Cup 2027 bagi Negeri Gajah Putih.