Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota

Jumali
Jumali Selasa, 29 September 2026 08:27 WIB
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota

Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa teror eksorsisme ke skala yang lebih luas. Jika film pertamanya berpusat pada persoalan satu keluarga, sekuel garapan Rizal Mantovani ini menghadirkan entitas kuno bernama Rephaim yang ancamannya dapat menjangkau satu wilayah.

Rephaim menjadi sumber teror baru yang dihadapi Romo Rendra dan Romo Thomas. Dalam cerita, entitas tersebut memiliki keterikatan dengan wilayah atau dominion tempatnya berada sehingga konsekuensi yang ditimbulkan tidak lagi hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu.

Rizal Mantovani mengatakan perluasan skala teror tersebut menjadi salah satu tantangan dalam produksi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Menurut dia, keberadaan Rephaim membuat ancaman dalam film berkembang dari persoalan satu keluarga menjadi persoalan yang berdampak kepada lebih banyak orang.

“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada. Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota. Mewujudkan teror dengan skala besar inilah yang juga menjadi tantangan,” kata Rizal Mantovani.

Dalam cerita, Rephaim tidak sekadar menghadirkan ancaman fisik. Entitas tersebut menginginkan manusia menyembahnya dengan kompensasi berupa nyawa, sekaligus membawa gagasan tentang konsekuensi dari perbuatan manusia di masa lalu.

“Di film ini, Rephaim ingin disembah oleh manusia, dengan kompensasi berupa nyawa, dan ini akan selalu menjadi pengingat kita bahwa setiap perbuatan selalu akan ada konsekuensinya, termasuk dosa yang kita perbuat,” lanjut Rizal.

Daniel Berada di Tengah Teror Rephaim

Perluasan ancaman tersebut turut menempatkan Daniel, yang diperankan Venly Arauna, di tengah konflik. Daniel harus menghadapi konsekuensi dari keputusan orang tua dan neneknya ketika ancaman Rephaim semakin besar.

Situasi itu kembali mempertemukan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas. Keduanya kembali menjalankan tugas sebagai romo eksorsis, tetapi persoalan yang mereka hadapi kali ini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan entitas yang lebih besar.

Perjalanan spiritual kedua karakter juga menjadi bagian penting dalam sekuel tersebut. Romo Rendra dan Romo Thomas harus menghadapi keraguan terhadap iman ketika berhadapan dengan kekuatan yang sulit dikendalikan.

Robert Ronny, penulis sekaligus produser, mengatakan persoalan kehilangan iman sengaja didekatkan dengan pengalaman yang dapat dirasakan penonton. Salah satu contohnya terlihat pada karakter Halim yang digambarkan mengalami frustrasi dan rasa tidak berdaya hingga mempertanyakan keimanannya.

“Kami selalu ingin membuat film yang relatable untuk penonton. Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya kehilangan imannya. Di film ini kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya,” ujar Robert Ronny.

Masa Lalu Romo Rendra Kembali Dibuka

Bukan hanya Daniel dan Halim yang memiliki persoalan personal. Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga memberikan porsi lebih besar kepada latar belakang Romo Rendra.

Karakter yang kembali diperankan Lukman Sardi tersebut harus menghadapi bagian masa lalu yang turut memengaruhi perjalanan imannya. Keraguan terhadap keyakinannya kemudian menjadi bagian dari konflik ketika ia menghadapi teror Rephaim.

Lukman Sardi mengatakan pengembangan latar belakang Romo Rendra membuat karakter tersebut memiliki ruang emosional yang lebih luas. Ia juga melihat keraguan terhadap iman sebagai sisi manusiawi yang ingin digali melalui karakter tersebut.

“Penonton akan dibawa lebih dalam dengan cerita latar belakangnya Romo Rendra. Penonton akan diajak mengikuti bagaimana Romo Rendra harus menghadapi masa lalunya. Di momen-momen itulah saya juga berefleksi bahwa manusia kerap menemukan keraguan terhadap imannya, dan kita ragu akan Kuasa Tuhan. Film ini mengingatkan kita kembali betapa besarnya Kuasa Tuhan menyelamatkan kita dari keraguan,” ujar Lukman Sardi.

Perubahan skala cerita tersebut sejalan dengan produksi yang dibuat lebih besar dibandingkan film pertama. Sebelumnya, tim produksi juga menyebut sekuel ini memiliki pendekatan yang lebih kompleks dan sinematik dibandingkan pendahulunya.

Hadir dalam Format IMAX dan Magnify 8

Pengalaman menonton Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga diperluas melalui format pemutaran. Film ini dijadwalkan hadir dalam format IMAX dan Magnify 8, selain format bioskop reguler.

ANTARA melaporkan film tersebut menjadi sekuel Kuasa Gelap (2024) dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026. Format IMAX menawarkan layar dengan ukuran dan resolusi lebih tinggi.

Sementara itu, Magnify 8 di Cinépolis menggunakan teknologi kursi dengan getaran serta bass shaker yang diselaraskan dengan audio film. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan tambahan pengalaman sensorik ketika penonton mengikuti adegan-adegan dalam film.

Produser eksekutif Andi Boediman mengatakan kehadiran film dalam beberapa format tersebut menjadi bagian dari upaya membawa produksi film Indonesia ke panggung yang lebih besar.

“Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8. Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat, dan fakta bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah lolos dari ketiganya adalah pernyataan tentang ke mana produksi film Indonesia bisa pergi. Cerita Indonesia layak mendapat panggung terbesar,” ujar Andi Boediman.

Untuk informasi format tayang yang terverifikasi saat ini, materi bioskop Cinema XXI mencantumkan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dalam format IMAX 2D berdurasi 117 menit. Sementara informasi resmi promosi film juga menonjolkan Magnify 8 Cinépolis.

Daftar Pemeran Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai Rizal Mantovani dengan skenario yang ditulis Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, sedangkan Andi Boediman menjadi produser eksekutif. Film ini diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment.

Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali memerankan Romo Rendra dan Romo Thomas. Venly Arauna berperan sebagai Daniel, sementara jajaran pemeran lainnya terdiri dari Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online