Gencatan Senjata Baru Disepakati, Muncul Ledakan di Kilang Minyak Iran
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Foto ilustrasi duduk di bawah pendingin ruangan atau air conditioner (AC). - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan berlama-lama di ruangan berpendingin udara ternyata tidak selalu berdampak positif bagi tubuh. Paparan suhu dingin buatan secara terus-menerus dapat memengaruhi metabolisme hingga menurunkan kemampuan tubuh mengatur suhu secara alami.
Kondisi ini banyak terjadi pada masyarakat yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruangan ber-AC, baik saat bekerja maupun beristirahat. Tanpa disadari, pola ini dapat mengubah cara tubuh membakar energi.
Metabolisme Melambat karena Suhu Stabil
Konsultan penyakit dalam di Rela Hospital, Chennai, Dr Melissa Sathyan, seperti dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (4/4/2026) menjelaskan tubuh membutuhkan variasi suhu untuk menjaga fungsi metabolisme tetap aktif. Ketika berada di lingkungan yang selalu dingin, tubuh tidak perlu bekerja keras untuk menyesuaikan suhu.
“Ketika kita berada di lingkungan yang selalu dingin, tubuh membakar lebih sedikit kalori untuk menjaga suhu. Ditambah dengan kebiasaan waktu duduk yang lama, hal ini dapat memperlambat metabolisme dan mengakibatkan penumpukan lemak,” kata Melissa, dikutip dari Hindustan Times, Kamis waktu setempat.
Paparan pendinginan buatan dalam jangka panjang juga berisiko menurunkan kemampuan tubuh dalam melakukan termoregulasi atau pengaturan suhu alami.
Pola Santai Picu Gaya Hidup Minim Gerak
Suasana ruangan ber-AC yang nyaman sering membuat seseorang lebih banyak duduk atau berdiam diri. Aktivitas seperti menonton atau bersantai dalam waktu lama meningkatkan perilaku sedentari.
Kondisi ini berdampak pada penurunan aktivitas fisik, yang pada akhirnya memperlambat metabolisme tubuh jika terjadi secara terus-menerus.
Kualitas Udara Ikut Berpengaruh
Selain faktor suhu, kualitas udara di dalam ruangan ber-AC juga menjadi perhatian. Udara yang bersirkulasi ulang dengan kelembapan rendah dapat mengurangi kesegaran oksigen.
“Kualitas udara yang buruk, kelembapan rendah, dan udara yang bersirkulasi ulang dapat mengurangi kesegaran oksigen dan menyebabkan kelelahan, sakit kepala, serta penurunan fungsi kognitif,” tambahnya.
Kondisi ini dapat memicu berbagai gejala seperti cepat lelah, sakit kepala, tenggorokan kering, hingga sulit berkonsentrasi.
Risiko Dehidrasi Tanpa Disadari
Udara dingin dan kering dari AC dapat menarik kelembapan dari tubuh. Akibatnya, risiko dehidrasi meningkat meski seseorang tidak merasa berkeringat.
Gejala seperti tenggorokan kering dan penurunan fokus mental sering kali berkaitan dengan kondisi ini.
Cara Aman Tetap Sehat di Ruangan Ber-AC
Untuk mengurangi dampak tersebut, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Salah satunya adalah memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
Selain itu, disarankan mengambil jeda setiap satu jam untuk bergerak atau melakukan peregangan. Menghirup udara segar di luar ruangan saat istirahat juga membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Mengatur suhu AC agar tidak terlalu rendah menjadi langkah lain yang penting untuk menjaga metabolisme tetap stabil.
Melissa menegaskan penggunaan AC pada dasarnya tidak berbahaya. Namun, paparan yang terlalu lama dapat mendorong gaya hidup tidak aktif yang berdampak pada metabolisme dan tingkat energi tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Ledakan guncang kilang minyak di Iran usai gencatan senjata dengan AS. Penyebab belum diketahui, situasi kawasan kembali tegang.
Kebakaran rumah dua lantai di Tebet, Jakarta Selatan, menewaskan empat orang. Warga mengungkap dugaan awal api dan proses evakuasi.
Presiden Prabowo tiba di Riau untuk meninjau langsung penanganan karhutla dan memastikan upaya pemadaman berjalan cepat dan terkoordinasi.
Harga BBM 24 Agustus 2026 berubah. Pertamax, BP 92, Revvo 92 turun, sedangkan sejumlah BBM diesel naik. Berikut daftar lengkapnya.
Prabowo meminta penanganan bencana cepat dan terpadu. Enam pesawat TNI AU membawa 31 ton logistik ke NTT dan 500 pompa air ke Kalimantan.
Kualitas udara Palembang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. BMKG mencatat PM2.5 mencapai 69,5 µg/m³.