Rubino Tenggelam di Pantai Kesirat, Tim SAR Sisir Laut dan Darat
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.
Susu formula. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Orang tua selama ini kerap menilai kualitas susu formula anak dari kandungan yang tercantum pada kemasan, seperti AA dan DHA, protein, vitamin, mineral, hingga gula tambahan. Namun, menurut dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), kualitas susu formula seharusnya dilihat lebih jauh, termasuk dari sumber susu yang digunakan.
Rini mengatakan informasi pada label kemasan memang penting untuk menjadi pertimbangan orang tua. Akan tetapi, kandungan nutrisi tersebut belum cukup menggambarkan kualitas produk secara keseluruhan.
“Informasi tersebut tentu penting, tetapi kualitas suatu produk sebaiknya juga dipahami dari transparansi sumber bahan bakunya, bagaimana susu diproses, serta bagaimana kualitasnya dikendalikan pada setiap tahap,” kata Rini dikutip dari keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Kualitas Dimulai dari Peternakan
Menurut Rini, kualitas bahan baku susu dipengaruhi oleh sejumlah faktor sebelum susu tersebut masuk ke dalam proses produksi. Kondisi lingkungan peternakan, kesehatan sapi, kualitas pakan, proses pemerahan, hingga pengangkutan menjadi bagian dari rangkaian yang dapat memengaruhi kualitas susu.
Artinya, perjalanan susu hingga menjadi produk formula tidak berhenti pada kandungan yang tertera di kemasan. Susu yang telah diperah masih harus melewati berbagai tahapan pengolahan dan pengujian sebelum dikemas menjadi produk akhir.
Rini menjelaskan susu perlu melalui proses pengolahan dan pengujian kualitas dengan standar pengendalian mutu yang ketat. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan proses pengemasan untuk memastikan produk tetap berada dalam standar yang ditetapkan.
Karena itu, transparansi mengenai asal bahan baku menjadi salah satu hal yang menurut Rini perlu diperhatikan ketika memahami kualitas susu formula. Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana bahan baku dikelola sejak awal sebelum diproses menjadi produk.
Sistem Produksi Terintegrasi Jaga Konsistensi
Rini juga menilai sistem produksi yang terintegrasi dapat membantu menjaga kualitas produk secara konsisten. Pengelolaan yang terhubung antara peternakan, pengumpulan susu, fasilitas produksi, hingga pengendalian mutu juga mendukung keterlacakan bahan baku.
Dengan sistem tersebut, pengelolaan kualitas tidak hanya dilakukan ketika susu sudah berada di fasilitas produksi. Pengendalian dapat dilakukan sejak bahan baku berasal dari sumbernya hingga menjadi produk akhir.
“Pengelolaan sumber bahan baku dan proses produksi yang terintegrasi juga berperan dalam menjaga kualitas dan keamanan produk secara konsisten sejak dari sumbernya hingga menjadi produk akhir,” ujarnya.
Pemanasan Susu Juga Perlu Dikendalikan
Selain sumber bahan baku, tahapan pengolahan susu juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah proses pemanasan yang diperlukan untuk menjaga keamanan mikrobiologis susu.
Meski demikian, Rini mengatakan proses pemanasan harus dikelola dengan tepat. Intensitas pemanasan dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen yang terdapat dalam susu.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah reaksi Maillard. Reaksi tersebut merupakan reaksi antara gula alami dalam susu dengan protein atau asam amino.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan semakin tinggi intensitas pemanasan awal, sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk dan susu rekonstitusi cenderung meningkat.
Karena itu, keberadaan proses pemanasan tidak bisa dinilai hanya dari ada atau tidaknya tahapan tersebut. Menurut Rini, yang lebih penting adalah bagaimana proses pemanasan dan tahapan produksi lainnya dikelola serta dikendalikan secara konsisten.
“Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” katanya.
Dengan demikian, penilaian terhadap kualitas susu formula tidak hanya berfokus pada daftar kandungan nutrisi yang tercantum pada kemasan. Sumber bahan baku, proses produksi, pengujian kualitas, pengendalian mutu, serta pengelolaan proses pengolahan menjadi bagian dari rangkaian yang perlu dipahami secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan 65 tahun, Rubino, tenggelam di Pantai Kesirat Gunungkidul. Hingga Minggu pagi, pencarian lewat laut dan darat belum membuahkan hasil.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
KPK menahan 4 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB 2021-2023. Yuddy Renaldi belum ditahan karena sakit.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY menggelar kegiatan bakti sosial di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.