Es Teh Sebaiknya Diminum Tawar, Ini Penjelasan Manfaatnya
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
Pembalut - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Menjelang menstruasi, sebagian wanita merasakan perubahan yang cukup mengganggu, mulai dari sulit fokus hingga ragu saat mengambil keputusan sederhana. Kondisi ini berkaitan langsung dengan perubahan hormon yang memengaruhi kerja otak.
Fenomena ini kerap muncul pada fase tertentu dalam siklus menstruasi, tepatnya menjelang haid. Pada periode ini, perubahan suasana hati dan penurunan konsentrasi sering dirasakan bersamaan, sehingga aktivitas harian terasa lebih berat.
Fase Luteal Jadi Pemicu Utama
Dikutip dari Hindustan Times, kondisi tersebut terjadi saat fase luteal, yakni tahap akhir siklus menstruasi yang berlangsung sekitar 14 hari, umumnya dimulai dari hari ke-15 hingga ke-28 setelah ovulasi dan berakhir saat menstruasi dimulai.
Ahli gizi sekaligus master nutrisi kesehatan masyarakat global dari Inggris, Deepsikha Jain, seperti dikutip dari Hindustan Times, Sabtu (4/4/2026) menjelaskan fase ini dipicu oleh peningkatan hormon progesteron yang mempersiapkan rahim untuk kemungkinan kehamilan.
Jika tidak terjadi pembuahan, fase ini sering disertai gejala seperti kembung, jerawat, nyeri payudara, hingga perubahan suasana hati. Deepsikha menyebut fase luteal sebagai periode satu minggu menjelang menstruasi yang paling terasa dampaknya.
Hormon Turun Picu Kabut Otak
Selain progesteron, perubahan hormon estrogen juga berperan besar. Penurunan estrogen pada fase luteal berdampak langsung pada turunnya kadar dopamin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia.
Kondisi ini memicu apa yang sering disebut sebagai “kabut otak”, yaitu keadaan ketika seseorang merasa linglung, sulit berpikir jernih, dan lebih sensitif secara emosional.
“Hal itu menyebabkan kabut otak, Anda menjadi lebih sensitif secara emosional, fungsi kognitif sangat buruk, dan tidak dapat berpikir jernih. Jadi, kemungkinan besar, perubahan hormonal Anda sebenarnya dapat membuat Anda mengambil keputusan yang salah,” kata Deepsikha.
Disarankan Hindari Keputusan Besar
Penurunan kejernihan kognitif pada fase ini membuat kemampuan berpikir logis ikut terdampak. Akibatnya, keputusan yang diambil berpotensi kurang tepat.
Karena itu, Deepsikha mengingatkan agar wanita tidak mengambil keputusan besar dalam hidup saat berada di fase luteal. Menunda keputusan penting hingga kondisi hormon kembali stabil dinilai lebih aman.
Dengan memahami perubahan ini, kondisi sulit fokus menjelang menstruasi tidak lagi dianggap sekadar perasaan, melainkan bagian dari proses biologis yang wajar terjadi pada tubuh wanita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Teh es tawar bukan sekadar minuman segar, tapi punya manfaat untuk jantung, gula darah, hingga fungsi otak.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.