Korupsi Bea Cukai, KPK Sita Kontainer Suku Cadang Ilegal di Semarang
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Temuan terbaru menunjukkan suplementasi vitamin D3 berpotensi menekan risiko serangan jantung berulang hingga setengahnya pada pasien yang pernah mengalami kondisi tersebut. Hasil ini membuka peluang pendekatan baru dalam menjaga kesehatan jantung pasca-serangan.
Penelitian yang dilaporkan oleh Intermountain Health di Salt Lake City ini memantau kadar vitamin D dalam darah peserta dan menyesuaikan dosis agar tetap berada pada tingkat optimal selama uji coba.
Studi tersebut melibatkan sekitar 630 peserta laki-laki dengan usia rata-rata 63 tahun. Seluruh peserta merupakan pasien yang pernah mengalami serangan jantung dalam waktu satu bulan sebelum penelitian dimulai.
Hasil Uji Tunjukkan Perbedaan Signifikan
Dalam penelitian ini, peserta dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok yang menerima suplementasi vitamin D3 dengan dosis terarah.
Sebanyak 87 persen peserta diketahui memiliki kadar vitamin D rendah saat awal penelitian. Rata-rata kadar awal tercatat 27 ng/ml, sementara target yang diharapkan mencapai 40 ng/ml.
Sebagian besar peserta menerima dosis awal vitamin D3 sebesar 5.000 IU. Kadar vitamin kemudian dipantau secara berkala, dan suplementasi diberikan kembali jika kadarnya menurun di bawah target.
Peneliti mencatat berbagai kejadian kardiovaskular utama, termasuk kematian, serangan jantung, rawat inap akibat gagal jantung, hingga stroke.
Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kejadian kardiovaskular secara keseluruhan. Namun, kelompok yang mendapatkan vitamin D3 mengalami penurunan jumlah serangan jantung lanjutan secara mencolok.
Angka serangan jantung berulang tercatat 3,8 persen pada kelompok yang menerima vitamin D3, dibandingkan 7,9 persen pada kelompok kontrol.
Masih Butuh Penelitian Lanjutan
Temuan ini telah dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association pada 2025, namun belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang melalui proses peninjauan sejawat.
Para peneliti menyatakan akan melanjutkan studi dengan skala lebih besar untuk memastikan hasil yang lebih kuat.
Ahli jantung intervensi sekaligus Direktur Medis Program Jantung di MemorialCare Saddleback Medical Center, Cheng-Han Chen, menilai penelitian lanjutan sangat penting untuk memperkuat temuan tersebut.
Ia menambahkan, vitamin D3 tidak hanya bermanfaat bagi pasien pasca-serangan jantung, tetapi juga memiliki efek lain bagi kesehatan jantung.
“Vitamin D dapat membantu mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah,” ujarnya.
Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa peran nutrisi, termasuk vitamin, mulai dilirik sebagai bagian dari upaya pencegahan lanjutan penyakit jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK sita kontainer suku cadang ilegal di Semarang terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sebelumnya, uang Rp5,19 miliar juga disita.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.