Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Foto ilustrasi multivitamin. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Konsumsi multivitamin semakin populer di kalangan masyarakat, bahkan satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat disebut rutin mengonsumsinya setiap hari. Namun, ahli gizi mengingatkan bahwa suplemen ini tidak selalu dibutuhkan oleh semua orang.
Chelsea Rae Bourgeois, seorang ahli diet nutrisionis terdaftar, seperti dikutip dari Health.com, Rabu (25/3/2026) menekankan bahwa kebutuhan multivitamin sangat bergantung pada pola makan dan gaya hidup masing-masing individu.
Tidak Semua Orang Membutuhkannya
Multivitamin umumnya diklaim dapat mendukung sistem imun, meningkatkan energi, menjaga kesehatan jantung, hingga memperkuat tulang. Produk ini hadir dalam berbagai bentuk seperti kapsul, tablet, cair, hingga gummy.
Namun, tidak ada standar baku terkait kandungan nutrisi dalam multivitamin. Artinya, setiap produk bisa memiliki komposisi yang berbeda-beda.
Menurut Bourgeois, multivitamin lebih tepat digunakan sebagai pelengkap untuk menutup kekurangan nutrisi. Misalnya, seseorang yang jarang mengonsumsi buah dan sayur berisiko kekurangan vitamin A, C, K, magnesium, dan kalium.
Begitu juga dengan orang yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, yang berpotensi kekurangan vitamin D.
Makanan Tetap Jadi Sumber Utama
Meski bermanfaat, asupan nutrisi dari makanan utuh tetap menjadi pilihan terbaik. Tubuh cenderung lebih mudah menyerap vitamin dan mineral dari makanan dibandingkan dari suplemen.
Kondisi tertentu juga membuat kebutuhan multivitamin meningkat. Misalnya, pada individu yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan yang berisiko kekurangan zat besi dan vitamin B.
Dalam situasi seperti ini, multivitamin dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi.
Manfaat yang Bisa Diperoleh
Konsumsi multivitamin secara tepat dapat mendukung berbagai fungsi tubuh. Mikronutrien di dalamnya berperan dalam menjaga kesehatan jantung, otot, dan tulang.
Beberapa vitamin seperti B kompleks, C, serta mineral seperti zat besi, seng, dan magnesium membantu proses produksi energi.
Selain itu, vitamin A, C, D, E, dan K berperan dalam memperkuat sistem imun. Sementara folat dan vitamin B lainnya mendukung fungsi otak serta daya ingat.
Kesehatan kulit juga didukung oleh vitamin A, C, dan E, sedangkan kalsium dan vitamin D membantu menjaga kekuatan tulang.
Perhatikan Risiko dan Penggunaan
Meski memiliki manfaat, penggunaan multivitamin tidak boleh berlebihan. Konsumsi dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan efek samping, mulai dari mual hingga gangguan serius seperti kerusakan hati.
Sebagai contoh, kelebihan vitamin A pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko cacat lahir.
Interaksi dengan obat juga perlu diperhatikan. Vitamin K, misalnya, dapat memengaruhi efektivitas obat pengencer darah jika dikonsumsi tidak konsisten.
Ahli mengingatkan bahwa multivitamin bukan pengganti pola hidup sehat. Nutrisi seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, serta pengelolaan stres tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Health
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Mitsubishi siapkan tiga varian Pajero: SUV body-on-frame 2026, crossover kompak pesaing RAV4 2028, dan Pajero Mini kei car 2030.
Lima wakil Indonesia di perempat final BWF 2026: Fajar/Fikri, Alwi Farhan, dan lainnya, di New Delhi
Tanggal 21 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Juang Polri, Hari Maritim Nasional, dan Hari Peringatan Korban Terorisme. Simak sejarah dan makna di balik hari
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.