Terbangun karena Mimpi Buruk Ini Doa yang Dianjurkan
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
Keju - Freepik
Harianjogja.com, TOKYO—Sebuah studi yang dilakukan pada hampir 8.000 peserta lansia menunjukkan konsumsi keju seminggu sekali dapat menurunkan risiko demensia sebesar 21%–24%, berkat kandungan vitamin K2, antioksidan, dan probiotik.
Studi dengan 8.000 Peserta
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients ini melibatkan hampir 8.000 partisipan lansia, dengan setengahnya rutin mengonsumsi keju minimal seminggu sekali, dan setengah lainnya tidak pernah mengonsumsi keju. Setelah tiga tahun pemantauan, peneliti menemukan bahwa 3,39% konsumen keju mengalami demensia, dibandingkan dengan 4,45% non-konsumen.
Bahkan setelah memperhitungkan faktor lain seperti pola makan, konsumsi buah, sayur, daging, dan ikan, hasilnya tetap menunjukkan bahwa konsumsi keju berkaitan dengan penurunan risiko demensia sebesar 21%. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa keju kemungkinan memiliki efek perlindungan terhadap otak.
Kandungan Gizi Pelindung Otak
Tim peneliti menjelaskan bahwa manfaat ini mungkin berasal dari kandungan protein, asam amino esensial, vitamin K2, antioksidan, peptida, dan probiotik yang terdapat dalam keju.
“Protein dan asam amino esensial berperan dalam pemeliharaan neuron, sedangkan vitamin K membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan keseimbangan kalsium dalam darah,” tulis tim peneliti.
Penelitian terdahulu juga menunjukkan hubungan antara kesehatan jantung dan risiko demensia. Kolesterol tinggi atau kelebihan kalsium dari suplemen dapat meningkatkan risiko penyakit ini. Namun, vitamin K2 yang terdapat pada keju diyakini mampu menurunkan kadar kalsium dalam darah dan mendukung kesehatan otak.
Selain itu, kandungan antioksidan dan probiotik dalam keju disebut dapat membantu melindungi sel-sel saraf dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Jenis Keju yang Paling Banyak Dikonsumsi
Dalam studi tersebut, 82,7% peserta mengonsumsi keju olahan seperti keju krim oles atau keju lembaran, sementara 7,8% lainnya memilih keju jamur putih seperti camembert dan brie.
Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan sebelum membuat rekomendasi pasti mengenai jenis dan jumlah keju yang ideal untuk kesehatan otak.
Demensia dan Pentingnya Pencegahan Dini
Demensia merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Di Inggris, lebih dari 944.000 orang hidup dengan kondisi ini, sedangkan di Amerika Serikat jumlahnya diperkirakan mencapai tujuh juta jiwa.
Penyakit ini menyebabkan gangguan memori, kemampuan berpikir, bahasa, penilaian, dan suasana hati. Studi terbaru juga mengaitkan perubahan pada penglihatan, pendengaran, dan keseimbangan sebagai tanda awal yang muncul bertahun-tahun sebelum diagnosis resmi.
Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan demensia, deteksi dini dan perubahan gaya hidup, termasuk pola makan seimbang yang mengandung keju dalam jumlah moderat, diyakini dapat membantu memperlambat perkembangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Dailay Mail
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni mewarnai Hari Jadi ke-195 Bantul. Tradisi ini dimaknai sebagai simbol introspeksi, pelestarian budaya, dan gotong royong.
Presiden Prabowo menerima laporan Jaksa Agung terkait kasus Febrie Adriansyah. Istana juga memproses usulan nama Jampidsus baru.
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil,