Pertamina Hulu Genjot Produksi Migas dan Bisnis Rendah Karbon
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Ilustrasi baketri E-Coli dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bakteri E.Coli berbahaya untuk tubuh karena bisa menyebabkan infeksi. Gejala awalnya hanya sakit perut tetapi jangan diremehkan.
Escherichia coli atau sering disebut E. Coli merupakan bakteri yang hidup di usus. Bakteri ini biasanya ditemukan di banyak tempat, termasuk lingkungan, makanan, air, usus manusia, dan hewan.
Beberapa jenis bakteri E. Coli dapat menyebabkan infeksi pada tubuh manusia yang memicu penyakit diare, sakit perut, infeksi saluran kemih, pneumonia, prostatitis atau infeksi prostat, kolesistitis atau infeksi kandung empedu, gastroenteritis atau peradangan saluran pencernaan, dan penyakit pencernaan lainnya.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, 6 jenis bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan infeksi ini adalah:
ebanyakan dari jenis bakteri E. Coli tersebut menyebabkan infeksi ringan, tetapi jenis bakteri Shiga dapat menyebabkan penyakit serius seperti kerusakan ginjal. Meskipun begitu, infeksi E. Coli paling umum terjadi menimbulkan penyakit gastroenteritis atau pencernaan.
Gejala gastroenteritis biasanya meliputi diare (encer atau berdarah), sakit dan kram perut, kehilangan selera makan, serta demam.
Ada pula gejala infeksi pada saluran kemih, meliputi nyeri perut atau panggul, nyeri atau perih saat buang air kecil, menjadi lebih sering buang air kecil, bau busuk pada air kencing, dan warna air kencing yang keruh.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sebagian besar strain E. Coli yang bersifat diare menyebar melalui penularan fekal-oral atau mikroorganisme dari feses masuk ke mulut orang lain. Penyebaran infeksi melalui cara ini biasanya terjadi saat seseorang minum air yang terkontaminasi, misalnya air yang berasal dari danau atau sungai.
Beberapa jenis infeksi ini juga didapat dari daging yang kurang matang dan minuman yang tidak dipasteurisasi. Selain itu, menyentuh kotoran atau permukaan yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan infeksi.
Biasanya ini terjadi ketika kotoran menempel di tangan setelah mengganti popok, membersihkan diri setelah buang air besar, dan menyentuh hewan peliharaan di kebun binatang atau hewan ternak.
Siapa pun yang bersentuhan dengan strain bakteri E. Coli dapat terinfeksi, tetapi orang-orang yang paling berisiko adalah bayi yang baru lahir, anak kecil, lansia (usia di atas 65 tahun), orang dengan riwayat penyakit diabetes, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Untuk itu sangat penting menjaga kebersihan untuk mencegah terkenanya infeksi bakteri E. Coli, seperti mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan sebelum dan setelah mengolah daging mentah, mencuci tangan sesudah dari kamar kecil, dan mencuci bersih semua buah dan sayuran mentah di bawah air mengalir sebelum dimakan.
Selain itu, sebelum mengolah daging mentah, sebaiknya daging jangan dibilas karena mencuci daging dapat menyebarkan bakteri ke permukaan, peralatan, dan makanan lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou