Libur Sekolah, Penumpang Whoosh Tembus 573.780 Orang
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Ilustrasi /JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, JAKARTA—Anda perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi peralihan musim atau pancaroba yang ditandai dengan cuaca tak menentu, fluktuasi suhu ekstrem, dan kelembapan tinggi. Pasalnya, pancaroba seringkali menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.
Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Faisal Parlindungan, masa peralihan cuaca ini bisa menjadi tantangan serius bagi kesehatan dan sistem imun tubuh. “Perubahan suhu yang drastis dan kondisi udara yang lembap dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme seperti virus influenza dan enterovirus,” kata Faisal kepada Antara di Jakarta, Jumat (23/5/2024).
BACA JUGA: Pelayanan Kesehatan, Dinkes Siapkan Aplikasi Pemantauan Data Kesehatan Warga
Penyakit yang paling umum muncul saat musim pancaroba, lanjutnya, meliputi infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk, pilek, flu, alergi seperti rhinitis dan asma, gangguan pencernaan, hingga demam berdarah terutama di wilayah tropis dengan populasi nyamuk yang meningkat.
Untuk mencegahnya, Faisal menyarankan langkah-langkah sederhana tapi krusial seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker di keramaian, mengonsumsi makanan sehat, membersihkan lingkungan untuk mencegah sarang nyamuk, serta melakukan vaksinasi flu musiman.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi kunci. Ia menekankan pentingnya tidur cukup dengan durasi antara 7 hingga 8 jam per hari, menghindari stres, mengonsumsi makanan kaya vitamin C dan D, serta tetap aktif secara fisik minimal 30 menit per hari.
“Makanan seperti jeruk, kiwi, stroberi, ikan laut, telur, dan yogurt sangat baik untuk menjaga imunitas. Suplemen seperti vitamin C, D3, dan zinc juga bisa dipertimbangkan dengan saran tenaga medis,” tambahnya.
Faisal juga mengingatkan pentingnya olahraga teratur dan tidur yang berkualitas. Dia menuturkan, kurang tidur bisa melemahkan sistem imun, sementara olahraga seperti jalan kaki atau yoga dapat membantu memperlancar sirkulasi dan meningkatkan kerja sel imun.
Dalam menghadapi aktivitas luar ruangan, ia menyarankan masyarakat untuk selalu siap dengan perlengkapan seperti jaket, payung, atau jas hujan. Selain itu, disarankan juga untuk menggunakan pakaian berlapis, memakai sunscreen, dan segera ganti pakaian jika basah agar tubuh tidak kedinginan.
"Jangan lupa cek prakiraan cuaca sebelum keluar rumah. Dengan menjaga kesehatan secara menyeluruh, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalani aktivitas dengan optimal meskipun berada di tengah cuaca yang tak menentu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.
Nobar Piala Dunia 2026 di Teras Malioboro dipadati ratusan warga dan berdampak positif pada omzet UMKM yang meningkat hingga empat kali lipat.