Pascagempa Flores, 12 Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Jam tangan pintar atau smart watch. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Muncul kemungkinan adanya ancaman tersembunyi dari bahan-bahan kimia yang terkandung pada tali jam tangan pintar maupun alat pelacak kebugaran otomatis. Hal ini diungkapkan dari hasil penelitian terbaru.
Menurut siaran Medical Daily pada Kamis (16/1/2024), tim peneliti di Universitas Notre Dame di Amerika Serikat dalam studi baru mengevaluasi 22 merek produk pelacak yang dapat dikenakan dan mendapati sembilan di antaranya mengandung asam perfluoroheksanoat (PFHxA) dengan konsentrasi sangat tinggi.
Asam perfluoroheksanoat adalah sejenis zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS), bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan produk tahan air, panas, dan noda.
Bahan kimia itu dikaitkan dengan gangguan kesehatan seperti masalah kesuburan, hipertensi akibat kehamilan, preeklamsia, peningkatan kadar kolesterol, penurunan respons imun, dan peningkatan risiko penyakit serius seperti kanker testis dan ginjal.
Pada anak-anak, bahan kimia tersebut dapat berpengaruh pada hormon dan perkembangan serta berisiko menyebabkan kerusakan hati, penyakit tiroid, dan asma.
Tim peneliti menguji sampel menggunakan analisis sinar ion emisi sinar gamma yang diinduksi partikel dan spektrometri massa tandem kromatografi cair untuk menentukan total kandungan fluor pada produk, karena kadar fluor yang tinggi secara alami menunjukkan adanya PFAS.
Para peneliti juga mengidentifikasi jenis-jenis PFAS yang terkandung dalam produk jam tangan pintar dan alat pelacak kebugaran.
BACA JUGA: Mensos Saifullah Yusuf Minta Pemda Salurkan Bantuan Sosial Tepat Sasaran
"Lima belas dari 22 tali produk yang kami uji memiliki persentase konsentrasi fluor total tinggi, dan sembilan mengandung PFHxA. Yang lainnya menggunakan beberapa surfaktan lain yang tidak teridentifikasi yang tidak termasuk dalam target analisis," kata Alyssa Wicks, penulis utama hasil penelitian.
"Hal paling luar biasa yang kami temukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi yang sangat tinggi dari satu PFAS saja, beberapa sampel konsentrasinya di atas 1.000 bagian per miliar PFHxA, jauh lebih tinggi daripada sebagian besar PFAS yang pernah kami lihat dalam produk konsumen," kata Graham Peaslee, penulis hasil penelitian yang lain.
Saat ini, perangkat teknologi yang dapat dikenakan seperti jam tangan pintar dan alat pelacak kebugaran banyak digunakan orang. Menurut hasil studi, orang bisa memakai perangkat semacam ini selama rata-rata 11 jam sehari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun. Ia meninggalkan La Albiceleste dengan sejumlah gelar bergengsi
APPI mencatat 28 klub Liga 1 hingga Liga 4 menunggak gaji 303 pemain dengan total kewajiban mencapai sekitar Rp14,8 miliar.
Stasiun Yogyakarta menyiapkan hub antarmoda di sisi selatan untuk menghubungkan kereta api dengan Trans Jogja hingga transportasi daring.
Layanan KOMEN memudahkan pelaku koperasi dan warga Jogja menyampaikan konsultasi, masukan, dan aduan tanpa datang ke kantor dinas.