Unggul Lebih Dulu, Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026
Harry Kane menilai Timnas Inggris kalah dari Argentina karena terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu pada semifinal Piala Dunia 2026.
Jogging - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Olahraga memiliki banyak manfaat. Selain untuk kesehatan tubuh, hasil penelitian baru menunjukkan bahwa manfaat olahraga juga dapat meningkatkan daya ingat lebih lama.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Medical Daily pada Selasa (10/12), penelitian baru yang dipublikasikan di International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi pada satu hari dapat meningkatkan performa tes memori pada hari berikutnya.
"Aktivitas sedang atau berat berarti aktivitas apa pun yang meningkatkan detak jantung Anda, bisa berupa jalan cepat, menari, atau menaiki beberapa anak tangga. Tidak harus berupa olahraga terstruktur," kata Dr. Mikaela Bloomberg selaku penulis utama hasil studi.
Dia menyampaikan bahwa hasil penelitian menunjukkan manfaat daya ingat jangka pendek dari aktivitas fisik dapat bertahan hingga hari berikutnya, bukan hanya beberapa jam setelah berolahraga.
"Tidur lebih lama, terutama tidur nyenyak, tampaknya menambah peningkatan daya ingat ini," katanya dalam siaran pers.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa membatasi waktu duduk dan mengupayakan tidur setidaknya selama enam jam dapat membantu memaksimalkan manfaat kognitif dari olahraga.
BACA JUGA: Yuk, Kenali Jenis-jenis Batuk dan Cara Pengobatannya
Jadi, bagaimana olahraga bisa meningkatkan daya ingat?
Saat berolahraga, aliran darah ke otak meningkat dan memicu pelepasan zat kimia otak seperti norepinefrin dan dopamin, yang meningkatkan fungsi seperti fokus dan daya ingat. Perubahan ini biasanya berlangsung selama beberapa jam setelah berolahraga.
Hasil-hasil studi telah menunjukkan manfaat olahraga pada perbaikan suasana hati dapat bertahan hingga 24 jam.
Dalam studi sebelumnya, peneliti mendapati bahwa aktivitas otak di hipokampus, bagian otak yang penting untuk daya ingat, tetap terkoordinasi hingga 48 jam setelah olahraga intens.
Temuan itu mendorong para peneliti melakukan studi baru yang melibatkan 76 peserta berusia 50 hingga 83 tahun untuk mengetahui seberapa lama peningkatan daya ingat dari olahraga bisa bertahan.
Dalam penelitian itu, para peserta penelitian mengenakan pelacak aktivitas selama delapan hari dan mengikuti tes kognitif setiap hari.
"Studi ini memberikan bukti bahwa manfaat kognitif langsung dari olahraga mungkin bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Selain itu, kualitas tidur yang baik juga berkontribusi secara terpisah terhadap peningkatan kognitif," kata Profesor Andrew Steptoe, salah satu penulis hasil studi.
Kendati demikian, Dr. Bloomberg mengatakan bahwa temuan dari studi berskala kecil tersebut perlu diuji ulang dengan sampel peserta yang lebih besar untuk memastikan hasilnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harry Kane menilai Timnas Inggris kalah dari Argentina karena terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu pada semifinal Piala Dunia 2026.
Lionel Messi dan Lamine Yamal akan saling berhadapan pada final Piala Dunia 2026. Foto mereka saat Yamal masih bayi kembali menjadi sorotan publik.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah mutasi ASN Kementerian PU berkaitan dengan bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang viral di media sosial.
Indonesia dan India memperkuat kerja sama pengembangan SDM digital, talenta AI, dan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi transformasi dunia kerja.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
Pemerintah menyiapkan skema penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih. Uji coba penyaluran PKH dan BPNT ditargetkan dimulai pada Agustus 2026.