Messi dan Mental Juara Argentina Bungkam Inggris di Semifinal
Argentina membalikkan keadaan dan menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Mental juara Albiceleste kembali menjadi pembeda.
Lilin aroma - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Lilin beraroma, dupa atau pengharum ruangan ternyata bisa menyebabkan penyakit.
Sebuah penelitian terbaru yang dipimpin oleh Asit Kumar Mishra, University College Cork dan Marie Coggins, University of Galway menyatakan bahwa lilin beraroma, pengharum ruangan, dan dupa mungkin tidak semuanya membawa kabar baik.
Ditulis laman Hindustan Times, Jumat, meskipun pengharum ruangan beraroma ini dapat membantu menutupi bau tidak sedap, pengharum ruangan tersebut tidak mengusir polutan udara dalam ruangan. Bahkan, beberapa produk ini dapat menambah polusi dalam ruangan.
Menyalakan lilin dapat merusak kualitas udara dalam ruangan, ketika lilin beraroma atau merokok dikombinasikan dengan ventilasi dinding yang tersumbat, hal itu dapat memperburuk paparan polusi udara dalam ruangan bagi orang-orang di dalam ruangan.
BACA JUGA: Diproduseri Christine Hakim, Film Dokumenter Smong Aceh Jadi Edukasi Gempa dan Tsunami
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penggunaan lilin beraroma di dalam ruangan tertutup dapat meningkatkan konsentrasi partikel halus puncak hingga 15 kali lipat dari batas yang diizinkan. Di ruangan yang kurang ventilasi, butuh waktu beberapa jam agar kadarnya kembali normal.
Produk seperti dupa saat terbakar dapat menghasilkan bahan kimia dan partikel yang kompleks, termasuk gas beracun seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan oksida nitrogen, begitu juga pewangi ruangan yang membawa senyawa organik volatil yang berbahaya bagi kesehatan.
Hal ini juga berlaku pada lilin organik yang juga melepaskan zat kimia berbahaya yang menambah polusi ruangan.
Paparan jangka pendek terhadap partikel dapat menyebabkan batuk dan bersin, serta iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Paparan terhadap partikel ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit serius termasuk penyakit jantung, kanker paru-paru, dan bronkitis kronis. Kondisi seperti asma juga dapat memburuk karena paparan pewangi rumah dan lilin beraroma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Argentina membalikkan keadaan dan menyingkirkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Mental juara Albiceleste kembali menjadi pembeda.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Pemkab Bantul mengusulkan enam ruas jalan diperbaiki melalui Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat revitalisasi di tengah keterbatasan anggaran.
Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan melemah ke Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS dipicu sentimen geopolitik dan fiskal domestik.