FK-KMK UGM Gelar Summer Course 2026, Bahas Kesehatan Tangguh Bencana
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Ilustrasi hujan./ stokcake
NUSA TENGGARA TIMUR - Musim hujan rentan terhadap berbagai penyakit karena kondisi udara yang lembab dan dingin, serta banyaknya genangan air. Kondisi ini memungkinkan bakteri dan virus untuk berkembang biak dan menyebar.
Beberapa penyakit yang sering muncul saat musim hujan di antaranya, Influenza, batuk, dan pilek. Risiko terkena penyakit ini lebih tinggi karena kelembaban udara yang tinggi dan suhu yang rendah.
Selain itu juga ada potensi penyebaran penyakit demam berdarah, karena nyamuk menjadi lebih mudah berkembang biak saat musim hujan, sehingga risiko demam berdarah menjadi lebih tinggi.
Kemudian diare, penyakit kaki dan mulut (PTKM), dan tipes. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bajawa (idibajawa.org) aktif mengadakan berbagai program penyuluhan dan promosi kesehatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
IDI Bajawa (idibajawa.org) berperan aktif dalam bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan program-program kesehatan masyarakat terutama di tengah musim hujan seperti saat ini banyak virus dan bakteri yang mudah untuk berkembang.
Berbagai program lainnya bisa dilihat di website resmi mereka di https://idibajawa.org/
Berikut Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan.
Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir untuk mengurangi resiko penyebaran kuman; menghindari menyentuh wajah terutama jika tangan belum bersih, untuk mencegah infeksi.
Kemudian menjaga lingkungan tetap bersih dengan memastikan tidak ada genangan air untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.
Mengkonsumsi makanan bergizi bisa dengan memperbanyak buah dan sayur yang kaya vitamin C (jeruk, kiwi, paprika) untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kemudian mengkonsumsi makanan hangat seperti sup atau teh jahe dapat memberikan rasa nyaman dan membantu menjaga suhu tubuh.
Hindari makanan mentah: Karena rentan terkontaminasi bakteri selama musim hujan.
Meski cuaca dingin, tetap minum air minimal 8 gelas sehari. Pastikan air yang diminum bersih dan matang untuk mencegah penyakit seperti diare.
Kenakan pakaian hangat dan tahan air seperti jaket atau jas hujan saat keluar rumah.
Ganti pakaian basah segera untuk mencegah hipotermia atau infeksi kulit.
Istirahat cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi, melakukan olahraga ringan
Gunakan lotion anti-nyamuk atau kelambu saat tidur. Pasang perangkap nyamuk atau semprotkan insektisida secara berkala.
Sedia payung sebelum hujan, dan siapkan juga obat seperti vitamin, parasetamol, dan antihistamin di rumah.
Informasi kesehatan lainnya bisa diakses melalui laman resmi https://idibajawa.org/
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.