Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Pemerintah Bergerak Cepat
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Jogging - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dalam Journal of Endocrinological Investigation dirilis hasil penelitian baru yang menyebutkan bahwa sesekali joging selama 30 menit dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Menurut hasil penelitian yang dikutip dalam siaran Medical Daily pada Kamis (24/10/2024), satu sesi joging sekalipun dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan manfaat ini terlihat pada hari berikutnya.
Para periset yang meneliti efek latihan aerobik selama 30 menit pada sekelompok orang dewasa muda sehat mendapati penurunan kadar glukosa plasma signifikan, yang ditunjukkan oleh hasil tes toleransi glukosa oral, dan peningkatan sensitivitas insulin setelah 24 jam.
Tes toleransi glukosa oral mengukur metabolisme glukosa, sementara sensitivitas insulin mengacu pada kemampuan untuk merespons insulin yang diproduksi oleh tubuh. Keduanya penting untuk menentukan risiko diabetes.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Beri Perlindungan Kerja kepada Pengawas Pilkada
Aktivitas fisik, khususnya latihan aerobik, sudah diketahui dapat membantu mengurangi risiko diabetes dalam jangka panjang.
Namun, studi yang baru menyelidiki dampak langsung aktivitas olahraga terhadap risiko diabetes.
Para periset meneliti dampak latihan fisik pada 32 peserta berusia 20 hingga 35 tahun yang tidak menderita diabetes dan tidak mengonsumsi obat apa pun.
Peserta penelitian menjalani tes toleransi glukosa oral pada awal percobaan, yang diikuti dengan sesi joging ringan.
Peserta yang sama menjalani tes toleransi glukosa oral kedua 24 jam setelah melakukan latihan fisik untuk menguji perubahan kadar glukosa puasa, glukosa satu jam setelah latihan fisik, dan kadar insulin. Sensitivitas insulin peserta juga diukur.
Hasil tes toleransi glukosa oral menunjukkan bahwa 24 jam setelah latihan fisik kadar glukosa satu jam setelah latihan fisik berkurang dari 122,8 mg/dL pada awal menjadi 111,8 mg/dL dan kadar insulin setelah latihan fisik turun 57,4 IU/mL pada awal menjadi 43,5 IU/mL.
Pada saat yang sama, sensitivitas insulin meningkat secara signifikan seiring dengan penurunan resistensi insulin.
"Peningkatan glukosa plasma satu jam setelah latihan fisik menyusul satu sesi aktivitas fisik aerobik menunjukkan bahwa latihan fisik dapat memiliki efek langsung pada risiko diabetes tipe 2 dan risiko kardiovaskular," kata para peneliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Terlalu sering scroll media sosial dapat mengganggu konsentrasi, tidur, produktivitas, hingga kesehatan mental. Simak 13 dampaknya.
Peluang Gianni Infantino lengser dari kursi Presiden FIFA turun menjadi 21% setelah mendapat dukungan dari Donald Trump dan sejumlah federasi sepak bola.
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.