KAI Tutup 118 Perlintasan Sebidang, 964 Korban Kecelakaan Tercatat
KAI telah menutup 118 perlintasan sebidang dari target 172 lokasi pada 2026. Sebanyak 964 korban kecelakaan tercatat sejak 2023.
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Peneliti dari Universitas Padjadjaran menjelaskan hasil riset mengenai dampak penggunaan produk tembakau alternatif terhadap kesehatan gusi dan jaringan pendukung gigi.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (Unpad), Amaliya menjelaskan hasil riset hasil kolaborasinya dengan The Center of Excellence for the Acceleration of Harm Reduction (CoEHAR) Universitas Catania, Italia, bertajuk Smile Study.
Dia menjelaskan fokus atau subjek penelitian Smile Study adalah perokok, pengguna produk tembakau alternatif yang beralih dari merokok, dan nonperokok dalam rentang usia 18-45 tahun.
Adapun, riset tersebut diuji ke 15 peserta dalam sebuah eksperimen selama 18 bulan. "Tujuannya untuk membandingkan efek yang ditimbulkan terhadap rongga mulut pada masing-masing kelompok eksperimen," kata Amaliya dalam keterangannya, Senin (21/10/2024).
Dia menuturkan produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan tetap mengalirkan nikotin dengan tidak melalui pembakaran atau combustion free nicotine delivery system.
Menurutnya, tidak adanya hasil pembakaran seperti TAR dan zat-zat racun memungkinkan produk tersebut risikonya turun sekitar 90%.
Adapun, variabel pertama dalam riset ini dilihat dari kesehatan gusi. Sebab, gusi perokok cenderung berwarna hitam akibat penyempitan pembuluh darah. Variabel kedua, akumulasi plak yang memperburuk kebersihan gigi. Plak adalah kumpulan bakteri yang menempel di permukaan gigi.
Ketiga, kadar antioksidan dan yang keempat penanda kerusakan tulang. Amaliya menjelaskan orang yang merokok lebih rentan mengalami kerusakan tulang giginya.
Variabel kelima adalah penanda peradangan secara sistemik yang juga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung.
“Yang terakhir dari pewarnaan gigi. Kelihatan kalau orang yang merokok itu giginya hitam-hitam atau kuning-kuning. Dengan berpindah itu, gigi menjadi lebih bersih,” ujarnya.
Dia mengatakan hasil riset menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif berhasil mengurangi risiko yang berkaitan dengan rokok.
Pengguna produk tembakau alternatif yang beralih dari kebiasaannya, kadar penanda kerusakan tulang giginya menurun signifikan.
Dengan hasil yang ditunjukkan dari riset Smile Study, Amaliya menyampaikan bahwa yang terbaik bagi perokok adalah berhenti merokok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
KAI telah menutup 118 perlintasan sebidang dari target 172 lokasi pada 2026. Sebanyak 964 korban kecelakaan tercatat sejak 2023.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.