Rumah Sempat Digeledah, Bobby Adhityo Rizaldi Datangi Gedung KPK
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
Ilustrasi kram otot kaki./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tubuh terasa kaku di pagi hari, umum dialami oleh orang-orang dengan kondisi sendi, ini muncul sebagai kesulitan dalam menggerakkan sendi saat bangun dan sering berlangsung selama 30 menit atau lebih.
Menurut kKonsultan senior dan ahli bedah robotik ortopedi serta penggantian sendi di Yatharth Hospitals Greater Noida, dokter Abhisar Katiyar seperti dikutip dari The Hidustan Times, bangun dengan sendi yang kaku bisa membuat tugas sederhana seperti keluar dari tempat tidur atau berjalan menjadi tantangan.
Menurut Yash Gulati, konsultan senior ortopedi, penggantian sendi, dan tulang belakang di Indraprastha Apollo Hospitals, kekakuan pagi bisa menjadi gejala awal arthritis.
"Jika kekakuan menghilang dengan cepat, itu bisa disebabkan oleh osteoarthritis terkait usia, dan jika kekakuan berlanjut untuk waktu yang lama sepanjang hari, itu bisa menjadi gejala jenis arthritis inflamasi," ujarnya, Senin (21/10/2024).
BACA JUGA: Ikatan Dokter Anak Indonesia Minta Orang Tua Memahami Makanan Anak untuk Pertumbuhan
Arthritis adalah kondisi yang ditandai dengan peradangan pada sendi, yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan penurunan mobilitas.
Menurut dokter Abhisar Katiyar, strategi pengelolaan termasuk mengambil obat yang diresepkan sebelum tidur, melakukan peregangan lembut sebelum bangun dari tempat tidur, dan menggunakan kompres hangat.
Pasien yang mengalami kekakuan pagi yang persisten harus berkonsultasi dengan profesional ahli untuk evaluasi lebih lanjut, tambahnya.
Yash Gulati menyarankan untuk menjaga tubuh tetap bergerak untuk mengatasi kekakuan pagi.
"Peregangan lembut sebelum bangun dari tempat tidur dapat membantu melonggarkan otot yang kaku dan meningkatkan mobilitas sendi. Aktivitas seperti yoga atau berjalan pagi singkat juga dapat meningkatkan sirkulasi, meredakan kekakuan," katanya.
Menurutnya, mengaplikasikan panas, seperti mandi air hangat atau menggunakan bantal pemanas, dapat menenangkan sendi yang nyeri dan merelaksasi otot, membuat pergerakan menjadi lebih mudah.
Selain itu, tetap terhidrasi sepanjang hari dan mengonsumsi makanan seimbang yang kaya akan makanan anti-inflamasi seperti asam lemak omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan sendi.
Bagi mereka yang menderita arthritis, mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menjajaki pilihan pengobatan, seperti obat atau terapi fisik.
"Mengambil langkah untuk mengatasi kekakuan pagi tidak hanya membantu dengan mobilitas tetapi juga menetapkan nada positif untuk hari itu, membuat lebih mudah untuk terlibat dalam aktivitas sehari-hari dengan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang lebih sedikit," kata Yash Gulati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.