James Cameron Jadi Miliarder, Avatar 3 Diprediksi Pecah Rekor
James Cameron resmi menjadi miliarder berkat film-film box office. Avatar: Fire and Ash diprediksi menghasilkan lebih US$2 miliar.
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perempuan lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya. Misalnya karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Data Federasi Diabetes Internasional memperkirakan 783 juta orang di seluruh dunia akan hidup dengan diabetes pada 2045, di mana 3 dari 4 orang dewasa berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada 2021, diperkirakan terdapat lebih dari 19,4 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes, lebih dari 73% di antaranya belum terdiagnosis. Penyakit ini juga menjadi momok bagi para penderitanya karena menganggap bahwa mereka harus minum obat setiap hari seumur hidupnya dan berisiko terkena berbagai penyakit lain yang biasanya menyertai diabetes, seperti penyakit jantung, ginjal, dan lainnya.
Adapun, berdasarkan berbagai penelitian, wanita juga mengalami risiko lebih besar untuk terkena diabetes. dr. Roy Panusuan Sibarani, Chief Officer dari Diabetes Initiative Indonesia mengungkapkan perempuan bisa lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya antara lain karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Baca Juga
Pengendalian Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Wader Pandemi
Tren Penyakit Diabetes Melitus di Jogja Meningkat Tiga Tahun Terakhir
Rendah Gula, 11 Buah Ini Aman Bagi Pasien Diabetes
"Bagi mereka yang gulanya tinggi untuk perempuan juga susah melahirkan, kemudian haidnya lebih cepat berhenti. Kalau laki-laki kan tidak ada risiko itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/4/2024).
Selain itu, kehamilan juga dapat memunculkan kelainan metabolik yang sudah ada sebelumnya, sehingga menghasilkan diagnosis diabetes gestasional, yang kemudian bisa menjadi faktor risiko paling menonjol untuk perkembangan diabetes tipe 2 pada wanita.
Selanjutnya, menopause juga meningkatkan profil risiko diabetes pada wanita. Pasalnya, pada masa ini potensi obesitas meningkat secara progresif. Baca Juga Pentingnya Mengelola Gula Darah untuk Penderita Diabetes "Setelah menopause, baik perempuan dan laki-laki memiliki risiko yang sama untuk mendapat komplikasi jika terkena diabetes. Apalagi wanita tubuhnya cenderung menyimpan lebih banyak lemak dibandingkan dengan laki-laki, itu juga jadi risiko," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
James Cameron resmi menjadi miliarder berkat film-film box office. Avatar: Fire and Ash diprediksi menghasilkan lebih US$2 miliar.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek