Waspada! Perempuan Lebih Berisiko Terkena Diabetes Dibandingkan Laki-Laki

Mutiara Nabila
Mutiara Nabila Sabtu, 27 April 2024 15:57 WIB
Waspada! Perempuan Lebih Berisiko Terkena Diabetes Dibandingkan Laki-Laki

Diabetes - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Perempuan lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya. Misalnya karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.  

Data Federasi Diabetes Internasional memperkirakan 783 juta orang di seluruh dunia akan hidup dengan diabetes pada 2045, di mana 3 dari 4 orang dewasa berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Pada 2021, diperkirakan terdapat lebih dari 19,4 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes, lebih dari 73% di antaranya belum terdiagnosis.  Penyakit ini juga menjadi momok bagi para penderitanya karena menganggap bahwa mereka harus minum obat setiap hari seumur hidupnya dan berisiko terkena berbagai penyakit lain yang biasanya menyertai diabetes, seperti penyakit jantung, ginjal, dan lainnya. 

Adapun, berdasarkan berbagai penelitian, wanita juga mengalami risiko lebih besar untuk terkena diabetes.  dr. Roy Panusuan Sibarani, Chief Officer dari Diabetes Initiative Indonesia mengungkapkan perempuan bisa lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya antara lain karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.  

Baca Juga

Pengendalian Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Wader Pandemi

Tren Penyakit Diabetes Melitus di Jogja Meningkat Tiga Tahun Terakhir

Rendah Gula, 11 Buah Ini Aman Bagi Pasien Diabetes

"Bagi mereka yang gulanya tinggi untuk perempuan juga susah melahirkan, kemudian haidnya lebih cepat berhenti. Kalau laki-laki kan tidak ada risiko itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/4/2024).

Selain itu, kehamilan juga dapat memunculkan kelainan metabolik yang sudah ada sebelumnya, sehingga menghasilkan diagnosis diabetes gestasional, yang kemudian bisa menjadi faktor risiko paling menonjol untuk perkembangan diabetes tipe 2 pada wanita.

Selanjutnya, menopause juga meningkatkan profil risiko diabetes pada wanita. Pasalnya, pada masa ini potensi obesitas meningkat secara progresif. Baca Juga Pentingnya Mengelola Gula Darah untuk Penderita Diabetes "Setelah menopause, baik perempuan dan laki-laki memiliki risiko yang sama untuk mendapat komplikasi jika terkena diabetes. Apalagi wanita tubuhnya cenderung menyimpan lebih banyak lemak dibandingkan dengan laki-laki, itu juga jadi risiko," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online