Neraca Dagang RI Defisit US$450 Juta pada Juni, Impor Lampaui Ekspor
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perempuan lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya. Misalnya karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Data Federasi Diabetes Internasional memperkirakan 783 juta orang di seluruh dunia akan hidup dengan diabetes pada 2045, di mana 3 dari 4 orang dewasa berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pada 2021, diperkirakan terdapat lebih dari 19,4 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes, lebih dari 73% di antaranya belum terdiagnosis. Penyakit ini juga menjadi momok bagi para penderitanya karena menganggap bahwa mereka harus minum obat setiap hari seumur hidupnya dan berisiko terkena berbagai penyakit lain yang biasanya menyertai diabetes, seperti penyakit jantung, ginjal, dan lainnya.
Adapun, berdasarkan berbagai penelitian, wanita juga mengalami risiko lebih besar untuk terkena diabetes. dr. Roy Panusuan Sibarani, Chief Officer dari Diabetes Initiative Indonesia mengungkapkan perempuan bisa lebih berisiko terkena diabetes dengan beberapa faktor penyebabnya antara lain karena fluktuasi hormon dan perubahan tubuh yang lebih besar akibat faktor reproduksi dibandingkan pria.
Baca Juga
Pengendalian Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan Wader Pandemi
Tren Penyakit Diabetes Melitus di Jogja Meningkat Tiga Tahun Terakhir
Rendah Gula, 11 Buah Ini Aman Bagi Pasien Diabetes
"Bagi mereka yang gulanya tinggi untuk perempuan juga susah melahirkan, kemudian haidnya lebih cepat berhenti. Kalau laki-laki kan tidak ada risiko itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/4/2024).
Selain itu, kehamilan juga dapat memunculkan kelainan metabolik yang sudah ada sebelumnya, sehingga menghasilkan diagnosis diabetes gestasional, yang kemudian bisa menjadi faktor risiko paling menonjol untuk perkembangan diabetes tipe 2 pada wanita.
Selanjutnya, menopause juga meningkatkan profil risiko diabetes pada wanita. Pasalnya, pada masa ini potensi obesitas meningkat secara progresif. Baca Juga Pentingnya Mengelola Gula Darah untuk Penderita Diabetes "Setelah menopause, baik perempuan dan laki-laki memiliki risiko yang sama untuk mendapat komplikasi jika terkena diabetes. Apalagi wanita tubuhnya cenderung menyimpan lebih banyak lemak dibandingkan dengan laki-laki, itu juga jadi risiko," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.
PT Pegadaian (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli” menyalurkan 1.000 paket sembako kepada pengemudi ojek
Satpol PP Bantul menindaklanjuti laporan warga terkait indekos di Ngestiharjo yang diduga digunakan untuk aktivitas open BO atau prostitusi.
Instagram meluncurkan label AI Generated Profile. Akun AI tanpa label berisiko kehilangan jangkauan di Reels dan Explore.
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain