Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Ilustrasi minum air/Reuters
Harianjogja,com, BANDUNG—Mengonsumsi cukup air setiap hari sangat penting untuk mendukung fungsi tubuh, termasuk pencernaan dan metabolisme, menjaga suhu tubuh normal, dan menjaga kesehatan organ serta sel-sel dalam tubuh.
Namun, apakah mengonsumsi air dingin baik untuk kesehatan, atau malah berdampak buruk bagi tubuh?
Pada umumnya, air dingin tidak buruk bagi tubuh dan bahkan memiliki manfaat positif bagi individu yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air dingin dapat membantu meningkatkan laju metabolisme, membantu menurunkan berat badan, dan membantu menurunkan tekanan darah rendah.
Namun, air dingin memang memiliki kelemahan bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki masalah pada kerongkongan, seperti akalasia dan gigi sensitif, harus menghindari mengonsumsi air dingin.
Risiko dan kerugian dari minum air dingin termasuk pengentalan lendir yang menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, sensitivitas gigi, memperlambat pengosongan lambung, hingga memperparah akalasia (penyakit langka yang menyulitkan makanan dari kerongkongan ke lambung).
Sebuah penelitian pada tahun 2001 yang melibatkan 669 wanita menunjukkan bahwa minum air dingin dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang.
BACA JUGA: Sering Diabaikan, Ini 10 Tanda Kanker pada Perempuan
Para peneliti melaporkan bahwa 7,6 persen partisipan mengalami sakit kepala setelah meminum 150 mililiter air dingin melalui sedotan. Mereka juga menemukan bahwa partisipan dengan migrain aktif dua kali lebih mungkin mengalami sakit kepala setelah minum air dingin dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengalami migrain.
Beberapa orang mengklaim bahwa mengonsumsi minuman dan makanan dingin dapat menyebabkan sakit tenggorokan atau pilek. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang dapat mendukung klaim ini.
Manfaat mengonsumsi air dingin
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum air dingin selama berolahraga dapat meningkatkan performa dan daya tahan tubuh. Selain itu, mengonsumsi air dingin juga memiliki manfaat untuk tubuh, sebagai berikut
1. Meningkatkan metabolisme
Michael Boschmann dan rekan-rekannya di Humboldt-University di Berlin menemukan bahwa minum air pada suhu 22°C (71°F) menghasilkan pengeluaran energi 30kJ lebih besar dibandingkan air yang diminum pada suhu 37°C (98,6°F).
Hal ini kemungkinan karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk menghangatkan air hingga mencapai suhu tubuh, yang meningkatkan metabolisme.
Efek ini mungkin akan lebih besar pada suhu air yang lebih dingin, meskipun besarnya efek ini masih diperdebatkan dengan penelitian dari University of Washington yang menemukan bahwa hanya delapan kalori tambahan yang akan dibakar per cangkir air dingin.
2. Membantu menurunkan berat badan
Mengonsumsi air dingin dapat membantu menurunkan berat badan karena dapat meningkatkan metabolisme, sehingga membuat tubuh merasa lebih kenyang, dan juga meningkatkan performa saat berolahraga dengan menjaga suhu tubuh dan meminimalkan keringat.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
UNICEF konfirmasi foto Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal adalah asli. Keduanya kini sama-sama Duta UNICEF dan akan berhadapan di final Piala Dunia 2026.
AI China makin dilirik perusahaan global karena biaya jauh lebih murah dari OpenAI & Claude. DoorDash, Airbnb, Siemens beralih. Simak dampaknya bagi Indonesia.
Final Piala Dunia 2026: Duel guru-murid antara Luis de la Fuente (Spanyol) dan Lionel Scaloni (Argentina). Kisah instruktur dan mantan murid di panggung terbesa
Sudirman Said kembali diperiksa Kejaksaan Agung sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah Petral periode 2008–2015. Ini merupakan pemeriksaan k
Penelitian terbaru dari Inggris mengungkap alasan perempuan dianggap lebih jago multitasking. Ternyata bukan karena kapasitas otak berbeda, melainkan kemampuan