Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Cerebral palsy
Harianjogja.com, JAKARTA—Cerebral palsy merupakan gangguan tumbuh kembang yang paling umum pada anak-anak. Masalah syaraf ini sering disebut stroke
Cerebral palsy terjadi karena perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak.
Mengutip medicaldaily.com, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC ), Cerebral palsy adalah cacat motorik paling umum pada masa kanak-kanak, yang memengaruhi satu dari 345 anak.
Pada kasus lain, jika perkembangan atau kerusakan otak tidak normal terjadi sebelum atau selama kelahiran, maka kondisi ini disebut dengan Cerebral Palsy Kongenital (Congenital Cerebral Palsy).
Seseorang dengan Cerebral palsy mungkin mengalami kesulitan dalam gerakan dan koordinasi, termasuk kekakuan otot, kurang keseimbangan, jalan tidak stabil, dan gerakan tersentak-sentak.
Orang yang terkena Cerebral palsy memiliki tanda awal seperti keterlambatan dalam mencapai tahap keterampilan motorik, keterlambatan bicara, masalah dalam menghisap, mengunyah atau makan, serta ketidakmampuan intelektual dan belajar.
Beberapa gejala neurologis yang terkait dengan kondisi ini termasuk kejang, kesulitan mendengar, penglihatan dan sensasi, masalah usus, dan masalah perilaku.
Cerebral palsy dapat terjadi jika otak bayi tidak berkembang secara normal saat masih dalam kandungan, atau rusak selama atau segera setelah lahir. Tidak hanya itu cerebral palsy juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut:
1. Pendarahan di otak bayi atau berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otaknya.
2. Infeksi yang didapat selama kehamilan.
3. Otak untuk sementara tidak mendapatkan cukup oksigen (sesak napas) selama persalinan yang sulit.
4. Meningitis.
5. Cedera kepala yang serius.
Sebagai informasi, saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Cerebral Palsy, namun terdapat perawatan untuk membantu penderita Cerebral Palsy menjadi aktif dan mandiri.
Fisioterapi adalah teknik seperti olahraga dan peregangan untuk membantu menjaga kemampuan fisik dan diharapkan memperbaiki masalah pergerakan.
Terapi ini berfungsi untuk membantu pasien Cerebral palsy dalam berbicara dan komunikasi hingga kesulitan menelan.
Terapi ini mengidentifikasi masalah yang dihadapi pasien Cerebral palsy dalam menjalankan tugas sehari-hari, dan menyarankan cara untuk membuatnya lebih mudah.
5. Dalam beberapa kasus, pembedahan untuk mengatasi masalah pergerakan atau pertumbuhan juga dilakukan.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.