Kemkomdigi Minta Tambahan Rp3,23 Triliun, untuk Apa Saja?
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Ilustrasi memilih pakaian. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Saat kasus Covid-19 merebak, beberapa dari kita mungkin mulai terbiasa untuk mengganti pakaian begitu tiba di rumah selepas beraktivitas. Hal itu bisa meminimalisir penularan Covid-19.
Namun, pada dasarnya, hal itu tidak hanya wajib dilakukan selama pandemi Covid-19. Ahli kesehatan menegaskan bahwa kebiasaan mengganti pakaian begitu tiba di rumah bisa mencegah berbagai penyakit.
Menurut dokter penyakit menular di texas, Nikhil Bhayani, pakaian dapat membawa kuman, bahkan ketika pakaian itu terlihat bersih.
Mikroba seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat menempel pada kain dan akan bertahan untuk sementara waktu.
Penelitian dalam jurnal GMS Hygiene and Infection Control menunjukkan mikroba ini dapat bertahan 90 hari di kapas dan lebih dari 200 hari untuk poliester. Dari sana, kuman dapat berpindah langsung ke kulit.
Setelah itu, ada kemungkinan kuman dapat menginfeksi seseorang dan membuatnya sakit, terutama jika dia mengenakan pakaian yang sama untuk waktu yang lama.
Bhayani mengatakan, risiko infeksi lebih tinggi jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Namun pada akhirnya, siapa pun bisa sakit bila tidur dengan pakaian kotor.
Penyakit menular bukan satu-satunya perhatian di sini. Jika seseorang memiliki alergi musiman, serbuk sari yang menempel pada pakaian saat dia berada di luar dapat memicu gejala, mengganggu tidur, atau membuat dia pengap dan sesak di pagi hari.
Itulah alasan mengapa para pakar alergi, termasuk di American College of Allergy, Asthma, & Immunology, selalu merekomendasikan untuk melepas pakaian luar dan mandi segera setelah seseorang masuk ke dalam rumah.
Bhayani menegaskan berganti pakaian adalah pilihan terbaik seseorang ketika tiba di rumah. Jika seseorang benar-benar tidak memiliki energi untuk melepas pakaian yang dia kenakan ke luar sebelum tidur, setidaknya dekontaminasi ruang tidur dengan mencuci seprai keesokan paginya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Beras premium 5 kg mulai langka di sejumlah ritel. Mendag Budi Santoso mengatakan Bulog mulai memasok beras premium dan medium ke ritel modern.
Dinsos Bantul mencatat ribuan usulan penerima bansos, termasuk 1.789 usulan PBI JK, 95 PKH, dan 79 bantuan sembako melalui kalurahan dan Dinsos.
Los Pasar Brosot Kulonprogo ambruk sejak 23 Juli 2026 dan belum ditangani. DPRD mendesak solusi sementara bagi pedagang terdampak.
BPS Kota Jogja menegaskan desil DTSEN ditentukan terpusat oleh BPS pusat dari data kementerian dan lembaga, bukan pendataan langsung BPS Kota.
Proyek IKN Tahap 3 senilai Rp17,24 triliun terancam tertunda karena anggaran 2027 belum teralokasi. OIKN mengusulkan tambahan dana.