Cinta atau Ilusi? Kenali 7 Tanda Hopeless Romantic di Sekitarmu

Jumali
Jumali Selasa, 01 September 2026 12:37 WIB
Cinta atau Ilusi? Kenali 7 Tanda Hopeless Romantic di Sekitarmu

Ilustrasi Pasangan - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pernahkah Anda merasa selalu ingin jatuh cinta, membayangkan pernikahan yang sempurna layaknya dongeng, atau terlalu cepat mengidealkan seseorang yang baru Anda kenal? Jika ya, bisa jadi Anda adalah seorang "hopeless romantic"—sebutan bagi mereka yang memandang cinta melalui kacamata idealis dan sering kali mengabaikan kenyataan di sekitar.

Meski terdengar indah, sikap ini dapat menjadi jebakan yang membawa seseorang ke dalam hubungan yang buruk, di mana tanda-tanda bahaya (red flag) terabaikan dan sulit dibedakan dari cinta sesungguhnya. Lantas, bagaimana cara mengenali apakah Anda atau orang terdekat termasuk dalam kategori ini? Berikut tujuh ciri-ciri yang perlu diwaspadai.

Mengutip Verywell Mind, seorang hopeless romantic selalu memandang cinta melalui kacamata dongeng. Ia selalu mencari belahan jiwa yang ideal dan yakin bahwa cinta sejati akan datang seperti dalam cerita.

Sayangnya, cara pandang ini menyebabkan seseorang mengabaikan tanda-tanda buruk dari pasangan atau calon pasangan. Memahami apa saja ciri-cirinya dapat membantu Anda mengenal diri sendiri, bahkan menyadarkan orang terdekat agar lebih berhati-hati dalam mencari jodoh.

Salah satu ciri paling kentara adalah mudah jatuh cinta. Bagi seorang hopeless romantic, romansa cenderung berkembang dengan pesat ketika baru mulai berkencan dengan seseorang. Ia bahkan langsung membayangkan masa depan bersama—pernikahan, anak, hingga hari tua—seolah-olah semuanya telah ditentukan.

Menurut Psych Central, hopeless romantic cenderung mengidealkan orang yang dicintai, terutama pada tahap awal hubungan. Ini bisa memberikan tekanan pada pasangan karena ekspektasi yang terlalu tinggi. Di sisi lain, sikap ini juga dapat membutakan seseorang terhadap berbagai red flag yang seharusnya menjadi peringatan dini.

Selain itu, hopeless romantic menjadikan cinta romantis sebagai prioritas hidup yang berlebihan. Memang penting untuk menemukan jodoh, tetapi jika sudah menjadi obsesi dan mengabaikan aspek kehidupan lainnya, maka itu adalah tanda bahaya.

Anda perlu melihat dunia lebih luas dengan menemukan nilai dan minat lain di dalam hidup, seperti karier, hobi, atau pengembangan diri. Jangan biarkan pencarian cinta menguras seluruh energi Anda.

Para hopeless romantic juga selalu memvisualisasikan masa depan percintaan yang sempurna layaknya dongeng.

Menurut Wikihow, ciri ini ditandai dengan berjam-jam melamunkan acara pernikahan, bahkan sampai ke aspek detail seperti buket bunga, gaun, hingga dekorasi. Tak jarang mereka mencari referensi di internet, seperti cincin pertunangan yang menarik atau venue pernikahan yang instagrammable—meski sedang tidak menjalin hubungan dengan siapa pun. Ini menunjukkan bahwa cita-cita pernikahan sering kali lebih nyata dalam imajinasi daripada kenyataan yang dihadapi.

Buku, film, dan musik romantis menjadi favorit bagi para hopeless romantic. Jika Anda selalu mencari genre romantis ketika memilih buku, film, atau mendengarkan musik, bisa jadi Anda termasuk dalam kategori ini.

Genre ini memperkuat pandangan idealis tentang cinta dan membuat seseorang semakin tenggelam dalam ekspektasi yang tidak realistis. Sering mengalami cinta bertepuk sebelah tangan juga menjadi salah satu ciri.

Orang yang hopeless romantic terkadang susah move on, terus merindukan seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama. Ini tak lepas dari kebiasaan mudah jatuh cinta—perasaan itu cepat berkembang, bahkan sebelum benar-benar mengenal orang yang dijatuhi cinta.

Selain itu, orang hopeless romantic sering merayakan hal-hal kecil dalam suatu hubungan. Menurut The Good Men Project, mereka gemar merayakan perayaan 100 hari pacaran, memiliki couple item seperti baju yang sama, hingga memberikan banyak hadiah tanpa perlu menunggu momen ulang tahun.

Hal-hal kecil ini dianggap istimewa, meski sering kali tidak diimbangi dengan fondasi hubungan yang matang. Melihat keindahan dalam segala hal juga menjadi ciri khas.

Laman Marriage mencontohkan, sikap positif tersebut seperti bahagia melihat rumput liar tumbuh di celah trotoar karena menganggap itu adalah bunga yang akan mekar. Dalam hubungan, jika melihat calon pasangan sudah memiliki enam hubungan buruk sebelumnya, ia yakin hubungan ketujuh dengannya akan menjadi hubungan yang "paling tepat"—sebuah keyakinan yang sering kali berujung pada kekecewaan.

Itulah tujuh ciri-ciri orang hopeless romantic yang dapat Anda deteksi dari pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. Apakah Anda merasa relate atau ada orang di dekat Anda yang menunjukkan ciri-ciri ini? Ingatlah bahwa jatuh cinta adalah hal yang indah, tetapi penting untuk tetap berpijak pada kenyataan.

Jangan sampai terlalu asyik dalam mimpi sehingga Anda melewatkan tanda-tanda bahaya dari pasangan dan berakhir dalam hubungan yang merugikan. Cinta sejati bukanlah sekadar dongeng—ia adalah perjalanan yang membutuhkan keseimbangan antara hati dan akal sehat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online